City Kalah Lagi, Rodri Bukan Messi

Padahal, pasukan Josep Guardiola sudah kembali diperkuat Rodri yang baru pulih dari cedera panjang dan Erling Haaland yang kembali mencetak gol.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 01 September 2025, 10:59 WIB
Gelandang Manchester City, Rodri (16), memberi salam kepada para penggemar di tribune setelah laga Piala Dunia Antarklub Grup G melawan Juventus di Orlando, Florida, Jumat, 27 Juni 2025. (AP Photo/Phelan M. Ebenhack)

Liputan6.com, Jakarta Manchester City membuka musim Premier League dengan sempurna usai menang telak 4-0 di markas Wolverhampton. Namun, perjalanan mereka langsung tersendat setelah dua kekalahan beruntun melawan Tottenham dan Brighton.

Kekalahan itu semakin menegaskan start terburuk City di Premier League sejak musim 2004-05. Situasi ini membuat banyak pihak meragukan apakah mereka masih bisa bersaing merebut gelar musim ini.

Padahal, pasukan Josep Guardiola sudah kembali diperkuat Rodri yang baru pulih dari cedera panjang dan Erling Haaland yang kembali mencetak gol. Namun, dua pemain kunci itu belum cukup untuk mengangkat performa City.


Start Terburuk Sejak 2004-05

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, berjalan di lapangan usai laga Premier League antara Brighton dan Manchester City di Stadion Falmer, Brighton, Inggris, Minggu, 31 Agustus 2025. (AP Photo/Ian Walton)

City kalah 0-2 saat menjamu Tottenham di Etihad Stadium. Sepekan berselang, mereka tumbang 1-2 dari Brighton meski sempat unggul lewat gol Haaland.

Dua hasil itu menempatkan City dalam posisi sulit untuk bersaing di papan atas. Data menunjukkan tak ada tim dalam format 38 laga yang mampu bangkit dari posisi seperti ini untuk meraih gelar.

Situasi ini jelas menjadi pukulan besar bagi Guardiola yang terbiasa melihat timnya mendominasi. Ini bukan hanya soal hasil, melainkan juga tentang bagaimana City kehilangan konsentrasi di momen krusial.

“Kami kebobolan dua gol. Kami bermain sangat baik selama satu jam,” ujar Guardiola kepada BBC Sport. “Setelah gol, kami lupa bermain. Kami berpikir tentang konsekuensi.”


Rodri Kembali, tapi Bukan Messiah

Absennya Rodri musim lalu memang terbukti sangat berdampak pada performa City. Cedera ligamen lutut membuatnya menepi sejak September tahun lalu.

Pemain asal Spanyol itu adalah pembeda utama City dalam beberapa musim terakhir. Sebelum kalah dari Brighton, City tak pernah kalah di Premier League dalam 49 laga beruntun saat Rodri tampil sebagai starter.

Namun, ekspektasi bahwa Rodri akan langsung kembali ke level terbaiknya jelas tidak realistis. Setelah absen delapan bulan, sulit baginya langsung mengubah wajah permainan tim.

“Saya bukan [Lionel] Messi. Saya tidak akan kembali dan langsung membuat tim menang, menang, dan menang,” kata Rodri kepada Sky Sports.


Masalah City Lebih dari Sekadar Rodri

Rodri sendiri menegaskan bahwa kebangkitan City tidak bisa ditopang satu pemain saja. Ia menilai masalah terbesar terletak pada kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan tim.

Lanjut Baca:

“Beberapa kesalahan yang kami lakukan adalah kesalahan anak-anak, tidak berkonsentrasi dan tidak memperhatikan,” tegasnya. “Kenyataannya, kami harus menaikkan level jika ingin bersaing.” Rodri mengingatkan bahwa sepak bola selalu tentang kolektivitas. Ia butuh rekan setim yang juga siap mengembalikan performa City ke jalur kemenangan. “Ketika kami menang di masa lalu, saya butuh semua rekan setim saya. Saya harus kembali ke level terbaik dan kami semua harus melihat diri kami sendiri. Ini olahraga kolektif,” tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya