Begini Tampang ‘Tim Pantau’ di Kasus Penculikan-Pembunuhan Kepala Cabang Bank

Polda Metro Jaya menangkap dua orang tersangka, yang terlibat kasus tewasnya MIP (37), kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih. Dari 15 orang tersangka, dua di antaranya adalah Eka dan Wiranto.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 28 Agustus 2025, 20:44 WIB
Dua pelaku yang berperan sebagai 'pembuntut' di kasus pembunuhan dan penculikan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap dua orang tersangka, yang terlibat kasus tewasnya MIP (37), kepala cabang bank BUMN di Cempaka Putih. Dari 15 orang tersangka, dua di antaranya adalah Eka dan Wiranto.

Adapun, perannya sebagai “mata-mata” yang memantau gerak-gerik korban sebelum diculik.

"Tim Pantau surveillance korban MIP, sebelum diculik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).

Berdasarkan foto yang beredar, Eka terlihat bertubuh kurus dengan kaos putih, sementara Wiranto berperawakan gempal mengenakan kaos hitam. Polisi meringkus keduanya di Eka di Penjaringan, Jakarta Utara, sedangkan Wiranto di Cikarang Barat.

"Waktu dan tempat penangkapan Eka ditangkap Jalan Pluit Selatan Raya No.4, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Wiranto ditangkep Warung Rawapalangan, Cikarang Barat," tandas dia.

15 Orang Sudah Ditangkap

Tampang empat aktor intelektual atau dalang dari insiden penculikan disertai pembunuhan terhadap kepala cabang bank di Jakarta berinisial IP. (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Pihak kepolisian sudah menangkap 15 orang terkait kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN berinisial MIP.

Salah satu tersangka, Rohmat Sukur alias RS ditangkap pada Minggu 24 Agustus 2025 dini hari.

"Tim berhasil menangkap RS pada Minggu. 24 Agustus 2025, sekira pukul 02.15 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (27/8/2025).

Dia menuturkan, RS memiliki peran untuk memastikan setiap langkah korban bisa terdeteksi. Selain itu, dia juga sebagai tim IT agar koordinasi berjalan lancar.

"Peras RS menyediakan tim pantau yang mengikuti kegiatan korban MIP dan Tim IT," jelas Ade.

Sempat Kabur Saat Rumahnya Digerebek

Ade menuturkan, RS sempat kabur saat rumahnya di Candisari, Semarang, digerebek polisi.

"RS melarikan diri sebelum tim tiba di lokasi," ujar dia.

Polisi kemudian memburu ke lokasi persembunyian di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono.

Di sana, RS pun dicokok. Setelah ditangkap, RS langsung dibawa ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan intensif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya