Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali menjadi bahan perbincangan setelah secara mengejutkan tersingkir dari Carabao Cup usai kalah adu penalti melawan tim League Two, Grimsby Town. Kekalahan ini disebut sebagai salah satu malam paling memalukan dalam sejarah modern Setan Merah.
Bermain di Blundell Park, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB, United sempat bangkit dari ketertinggalan 0-2 hingga memaksakan laga berlanjut ke babak adu penalti. Namun, tim asuhan Ruben Amorim akhirnya takluk dengan skor 11-12. Bryan Mbuemo yang mencetak gol di waktu normal justru gagal mengeksekusi penalti krusial.
Advertisement
Sorotan besar justru tertuju pada keputusan Amorim terkait urutan penendang. Benjamin Sesko, striker anyar senilai £75 juta, baru maju sebagai penendang ke-10 dari pemain outfield (selain kiper).
Pertanyaan Soal Sesko
Sesko memang berhasil mencetak gol pertamanya untuk United lewat penalti tersebut, namun banyak fans bertanya-tanya mengapa seorang penyerang utama harus menunggu begitu lama.
"Kenapa striker baru kita justru jadi penendang kesepuluh? Aneh sekali," tulis salah satu pendukung di media sosial. Sementara yang lain menambahkan, "Seharusnya Sesko mengambil penalti lebih awal, bukan jadi yang terakhir."
Tak hanya Sesko, dua rekrutan anyar lain, Mbuemo dan Cunha, juga gagal menjalankan tugasnya di titik putih. Ditambah lagi, kiper Andre Onana tak mampu menyelamatkan satu pun penalti Grimsby. Kombinasi itu membuat fans kian frustrasi terhadap tim.
Kehati-hatian Amorim
Sebelum pertandingan, Amorim sempat menegaskan dirinya harus berhati-hati dalam memberi tanggung jawab besar kepada Sesko yang baru menjalani debut sebagai starter.
Amorim percaya bomber berusia 22 tahun itu akan menjadi ujung tombak United untuk waktu yang cukup lama.
“Saya harus hati-hati. Sesko akan menjadi penyerang utama United bertahun-tahun ke depan. Yang penting dia tetap tenang, menikmati proses, dan merasa nyaman,” ujar Amorim.
Kekecewaan Amorim
Namun, usai pertandingan, nada bicara pelatih asal Portugal itu berubah drastis. Dalam wawancara dengan ITV Sport, Amorim tak menutupi rasa kecewanya. Ia bahkan menyebut ada sesuatu yang harus diubah di dalam tim.
“Bukan soal hasil, tapi soal sikap. Hari ini pemain sudah bicara di lapangan tentang apa yang mereka inginkan, dan saya hanya bisa minta maaf kepada para fans,” tegasnya.
“Kami cukup baik di Premier League, tapi saat menghadapi tim divisi empat, performa kami jatuh jauh di bawah standar. Itu membuat saya sangat terkejut,” tambah Amorim.
“Kami tidak bisa mengubah 22 pemain sekaligus, tapi jelas ada sesuatu yang harus diperbaiki.”
Sumber: Sportbible