5 Pelajaran dari Kekalahan MU dari Grimsby Town: Onana Memang Tidak Layak Jadi Kiper Setan Merah!

Berikut adalah lima pelajaran dari kekalahan MU dari Grimsby Town.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiperbarui 28 Agustus 2025, 11:52 WIB
Kiper Manchester United, Andre Onana saat menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Premier League 2023/2024 di Molineux Stadium, Wolverhampton, Kamis (1/2/2024). (AP Photo/Rui Vieira)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United dipastikan tidak lama-lama tampil di Carabao Cup. Penyebabnya karena Setan Merah tersingkir di babak kedua turnamen ini.

Ya, dini hari tadi MU tersingkit dari Carabao Cup. Setan Merah menelan kekalahan saat berhadapan dengan tim divisi empat Inggris, Grimsby Town.

Di laga ini, MU tertinggal 2-0 terlebih dahulu. Namun gol Bryan Mbeumo dan Harry Maguire membuat kedudukan sama kuat 2-2 dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

Babak adu penalti berlangsung sengit hingga penendang ke-12. Ketika eksekusi penalti Mbeumo mengenai mistar gawang, Grimsby dinyatakan sebagai pemenang laga ini dengan skor akhir 12-11.

Dari laga ini ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik oleh Setan Merah. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.


MU Meremehkan Lawan?

Penyerang Grimsby Town, Charles Vernam merayakan golnya ke gawang Manchester United di ajang Carabao Cup (Nigel French/PA via AP)

Pelajaran pertama yang terlihat dari pertandingan ini adalah Manchester United seakan meremehkan Grimsby Town terutama di babak pertama.

Di awal pertandingan, MU memang mendominasi penguasaan bola. Namun mereka tidak menyerang dengan intensitas yang tinggi.

Hal ini dimanfaatkan Grimsby Town, di mana mereka sukses mencetak dua gol di babak pertama. Baru di babak kedua, MU tampil dengan intensitas lebih tinggi karena sudah tertinggal dua gol terlebih dahulu.


Pergantian Jitu Ruben Amorim

Charles Vernam dari Grimsby Town, kanan, mencetak gol pertama timnya dalam pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Manchester United, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Di pertandingan ini, Ruben Amorim mengambil keputusan jitu di babak kedua. Semua pergantian pemainnya on point di laga ini.

Amorim memang melaukan rotasi besar-besaran di laga ini dengan tujuan memberikan istirahat para pemain intinya sekaligus memberi kesempatan bermain bagi mereka yang belum mendapatkan menit bermain. Namun ternyata tim lapis dua MU tampil kurang oke di laga ini.

Di awal babak kedua, Amorim memasukkan beberapa nama seperti Bryan Mbeumo, Matthijs De Ligt dan Bruno Fernandes. Mbeumo sukses jadi pembeda dengan mencetak gol pertama MU di laga ini, sementara Bruno mampu mendikte jalannya laga dan De Ligt tampil solid di jantung pertahanan MU.


Kobbie Mainoo Memang Layak Dipertahankan

Kobbie Mainoo bermain luar biasa melawan Wigan Athletic. Pemain yang baru berusia 18 tahun itu memiliki visi bermain layaknya gelandang senior. (AFP/Paul Ellis)

Salah satu rotasi yang dilakukan Ruben Amorim adalah memainkan Kobbie Mainoo sejak awal pertandingan. Sang gelandang menunjukkan kualitasnya di laga ini.

Lanjut Baca:

Mainoo menunjukkan performa paket lengkap sepanjang laga. Ia mampu mengalirkan bola dengan baik, mampu maju membantu serangan dan juga sigap mundur ketika Grimsby melakukan serangan balik. Dengan performa apiknya seperti ini, rasa-rasanya akan sangat disayangkan jika MU memutuskan untuk menjual sang pemuda di bursa transfer kali ini seperti rumor-rumor yang sedang berkembang belakangan ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya