Liputan6.com, Jakarta Kesemutan berulang dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf. Jika tidak segera ditangani, masalah ini dapat memicu kondisi disabilitas.
“Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, termasuk kondisi disabilitas,” kata dokter spesialis neurologi/saraf RS EMC Cikarang dan Pekayon, Irene Halim Subrata,, mengutip laman EMC, Kamis (28/8/2025).
Advertisement
Menurut Irene, beberapa gejala gangguan saraf yang bisa muncul adalah:
- Kesemutan yang menetap atau datang berulang
- Mati rasa (baal)
- Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh
- Gangguan koordinasi gerakan
- Sulit berbicara atau berjalan.
Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan adanya gangguan neurologis, seperti:
- Stroke
- Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit
- Tumor otak atau tulang belakang
- Aneurisma otak
- Cedera saraf akibat trauma.
Irene mengimbau, jika mengalami gejala berikut, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis saraf:
- Kesemutan dan kelemahan berlangsung lebih dari beberapa hari
- Rasa lemah atau mati rasa hanya di satu sisi tubuh
- Disertai pusing, sulit berbicara, atau kejang
- Gangguan buang air kecil atau besar
- Nyeri menjalar dari leher ke tangan, atau dari pinggang ke kaki.
“Jangan anggap remeh kesemutan dan lemah tubuh. Bisa jadi, itu adalah cara tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang salah pada sistem saraf Anda,” ucapnya.
3 Ciri Kesemutan Tak Dapat Dianggap Sepele
Sebelumnya, dijelaskan bahwa kesemutan dan rasa lemah pada tangan dan kaki tak lagi dapat dianggap sepele jika menimbulkan ciri-ciri ini:
- Kesemutan terjadi berulang-ulang
- Kesemutan berlangsung lama
- Kesemutan hanya dirasakan pada satu sisi tubuh.
“Hal itu bisa menjadi tanda gangguan serius pada sistem saraf,” kata Irene.
Kesemutan atau parestesia adalah sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh, terutama pada tangan, kaki, maupun kepala. Kondisi ini bisa bersifat sementara maupun jangka panjang.
Apa Penyebab Kesemutan?
Kesemutan sementara umumnya muncul akibat adanya tekanan pada saraf, misalnya saat tidur menindih lengan, duduk bersila terlalu lama, atau setelah berolahraga, dan biasanya akan hilang begitu tekanan berkurang.
Namun, jika kesemutan berlangsung terus-menerus tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan sistem saraf. Untuk itu, pemeriksaan medis perlu dilakukan apabila keluhan kesemutan sering muncul dan tidak kunjung mereda.
Sistem saraf manusia terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf di seluruh tubuh. Ketika salah satu bagian dari sistem ini terganggu, baik karena peradangan, tekanan, trauma, ataupun penyakit tertentu maka akan menyebabkan munculnya gejala-gejala di atas.