Jaja Mihardja Haru Dapat Bintang Budaya Parama Dharma, Ungkap Perbincangan Singkatnya dengan Presiden

Jaja Mihardja juga mengaku sempat berdialog singkat dengan Presiden Prabowo saat momen penyematan.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 27 Agustus 2025, 20:30 WIB
Jaja Mihardja beroleh Anugerah Bintang Budaya Parama Dharma. Penghargaan itu diserahkan langsung Presiden Prabowo di Istana Negara, 25 Agustus 2025.

Liputan6.com, Jakarta Musisi dangdut senior Jaja Mihardja tidak kuasa menahan haru saat menerima penganugerahan Bintang Budaya Parama Dharma. Apalagi penghargaan itu disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Jaja Mihardja menyebut penganugerahan ini sangat bersejarah dalam hidupnya. Ia bahkan berusaha tak menunjukkan tangis harunya, saat Presiden Prabowo menyematkan Bintang Budaya Parama Dharma kepadanya.

"Di Istana air mata gua tahan, gue nggak keluarin. Gua udah mau nangis," aku Jaja Mihardja di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

"Kita namanya rakyatnya ya gembira banget, senang, haru, nggak akan dapat lagi ini, sejarah. Ini kalau ada yang mau beli, gua enggak kasih," Jaja Mihardja menambahkan.

Jaja juga mengaku sempat berdialog singkat dengan Presiden Prabowo saat momen penyematan. Ia bangga karena Presiden berpesan agar ia terus berkarya, sembari menepuk pundaknya.

"Bukan berbincang lagi, ditepok-tepok pundak gue. Dialog begini, 'teruskan', 'Siap Pak saya lanjutkan'. Sedaap, oke nggak tuh?" kenangnya lalu tersenyum.

 


Dangdut Dicemooh

Jaja Mihardja beroleh Anugerah Bintang Budaya Parama Dharma. Penghargaan itu diserahkan langsung Presiden Prabowo di Istana Negara, 25 Agustus 2025.

Lebih lanjut Jaja menceritakan perjuangan memulai karier di musik dangdut. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar kala itu adalah pandangan negatif terhadap genre yang ia tekuni.

"Saya tahun 1960 bentuk musik orkes Melayu. Waktu itu seniman dicemooh, apalagi dangdut, dicemooh bener. Apaan orkes Melayu nggak maju lah," tutur Jaja.

 


Toa di Pohon Asem

Jaja juga menyinggung perbedaan besar antara dunia seni di masa lalu dan sekarang. Terutama terkait alat musik yang biasanya diusung di genre dangdut kala itu.

"Kalau dulu kan alat musiknya juga udah lain, dulu gitar kopong namanya, nggak pakai setrum, begitu aja. Dulu bukan dangdut, dulu gendang satu, sekarang dangdut, udah dua, dang sama dut. Kalo sekarang sound-nya bisa ngalahin band. Dulu cuma toa doang satu di pohon asem diiket, itu perbedaannya," urai Jaja.


Pesan untuk Generasi Muda

 Konsistensi Jaja membawa dirinya menjadi salah satu pedangdut kenamaan, hingga dianugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma.

"Karena gue berjuang, makanya kalau orang ada satu kerjaan tekunin. Nih buat generasi muda ye, misalnye lo mau jadi apa? Terusin," ucap Jaja Mihardja.

Infografis Gelombang Demo Mahasiswa Tolak RUU Kontroversial. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya