KRL Tanah Abang-Palmerah Masih Ditutup hingga Pukul 19.00 WIB

KAI Commuter melakukan rekayasa perjalanan KRL dari arah Kebayoran menuju Palmerah menggunakan satu jalur.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 25 Agustus 2025, 20:10 WIB
Penumpang melihat ponsel di dalam kereta rel listrik (KRL) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menginformasikan, KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Palmerah masih belum bisa dilalui hingga pukul 19.00 WIB. Akibat adanya kerumunan masyarakat di sekitar jalur rel, di tengah aksi demo yang dilakukan di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Untuk mengantisipasi kepadatan pengguna yang berada di Stasiun Palmerah dan akan menuju arah Serpong/Rangkasbitung, KAI Commuter melakukan rekayasa perjalanan KRL dari arah Kebayoran menuju Palmerah menggunakan satu jalur.

"Pukul 18.16 WIB, Commuter Line No. 1755 dijalankan menuju Stasiun Palmerah untuk mengangkut pengguna yang akan menuju Serpong/Rangkasbitung," jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, Senin (25/8/2025).

"Namun demikian, untuk perjalanan Commuter Line dari Tanah Abang menuju Palmerah masih belum dapat melintas," sambung Joni.

KRL Commuter Line Nomor 1755 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang menjadi kereta pertama yang masuk Stasiun Palmerah dan kembali diberangkatkan menuju Rangkasbitung. Selanjutnya, Commuter Line Nomor 1753 juga masuk ke Stasiun Palmerah dan kembali menuju Rangkasbitung dari stasiun tersebut.

"Bagi pengguna Commuter Line yang akan naik di Stasiun Palmerah menuju Rangkasbitung, kami sarankan untuk tetap naik dari Stasiun Kebayoran. Sementara itu, pengguna yang akan menuju arah Cikarang dan Bogor dapat naik dari Stasiun Tanah Abang ataupun Stasiun Karet," imbuh Joni.

 

Tol Dalam Kota Turut Kena Imbas

Petugas Jasa Marga melakukan pelayanan transaksi kartu masuk tol dalam kota kepada pengendara roda empat di Jakarta, Selasa (9/5/2023). (merdeka.com/Imam Buhori)

Terpisah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, imbas gelaran aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR.

"Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini, menyebabkan kepadatan di sekitar Jalan Tol Dalam Kota, khususnya jelang akses keluar tol Senayan atau DPR/MPR," ujar Senior Manager Representative Office 2 JMT, Ginanjar Rakhmanto, Senin (25/8/2025).

Ginanjar mengabarkan, mulai pukul 12.55 WIB, terpantau eskalasi aksi hingga memasuki Jalan Tol Dalam Kota. Namun itu dapat dikendalikan oleh petugas Kepolisian, sehingga jalan tol dapat dilalui kembali pada pukul 13.05 WIB.

 

Masuki Tol Pukul 17.00 WIB

Arus kendaraan saat melintas di ruas Tol Dalam Kota dan Jalan MT Haryono, Jakarta, Rabu (27/4/2022). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, sistem ganjil genap yang diberlakukan pada 13 ruas jalan di Jakarta akan ditiadakan saat libur Lebaran atau selama tujuh hari, yakni mulai 29 April 2022, lalu lanjut 1-6 Mei 2022. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pada sore hari tepat pukul 17.00 WIB, massa aksi unjuk rasa kembali memasuki Jalan Tol Dalam Kota, tepatnya di Km 07+400.

Sebagai bentuk pengamanan, atas diskresi Kepolisian, mulai pukul 17.15 WIB dilakukan rekayasa pengalihan lalu lintas. Pengguna jalan menuju arah Slipi dialihkan keluar melalui off ramp Km 05+000, dan pengguna jalan menuju arah Cawang dialihkan keluar melalui off ramp Km 12+500.

"Saat ini kendaraan taktis petugas Kepolisian diarahkan menuju lokasi untuk melakukan pengaturan massa," kata Ginanjar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya