Pesawat AirAsia Rute Bali Putar Balik ke Australia Setelah Api Keluar dari Mesin

Sejumlah penumpang melihat bagimana api keluar dari mesin pesawat AirAsia tujuan Bali sebelum putar balik ke landasan semula.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 25 Agustus 2025, 13:01 WIB
TNI AU telah mengirim pesawat pengintai Boeing 737 surveillance untuk mencari Pesawat AirAsia yang hilang.

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat AirAsia QZ545 yang berangkat dari Bandara Perth, Australia pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 18.30 waktu setempat, menuju Denpasar, Bali, terpaksa putar balik ke landasan semula. Pesawat itu sebelumnya berputar beberapa kali di atas Samudra Hindia dan sekali di atas Pulau Rottnest sebelum mendarat kembali di Perth sejam kemudian.

Seorang juru bicara Bandara Perth mengatakan pesawat lepas landas dengan masalah mesin, sehingga terpaksa berbalik arah. "Api terlihat keluar dari mesin pesawat, dan juga serangkaian suara letupan keras dilaporkan berasal dari mesin tersebut," kata juru bicara tersebut, dikutip dari laman news.com.au, Senin (25/8/2025).

"Pesawat perlu berputar beberapa kali sebelum mendarat di Perth untuk membakar bahan bakar, karena pesawat tidak dapat mendarat dengan beban tangki bahan bakar yang penuh."

Seorang penumpang mengaku melihat semburan api dari tempat duduk mereka di dekat jendela. "Awalnya kami pikir itu petir, tapi kami berada di baris pintu keluar sehingga kami mendapatkan keuntungan penuh," ujar penumpang tersebut kepada 9News.

"Anda bisa melihatnya meledak, dan Anda bisa melihat seperti apa ledakan dan kobaran apinya."

Penerbangan Dijadwalkan Ulang

Pesawat AirAsia rute Kuala Lumpur - Labuan Bajo mendarat di Bandara Internasional Labuan Bajo, Selasa, 3 September 2024. (dok. AirAsia)

Penumpang dijadwalkan ulang ke dua penerbangan terpisah yang berangkat pukul 03.30 dan 06.30 pada hari ini, Senin (25/8/2025), menurut juru bicara Bandara Perth. AirAsia telah dihubungi, namun belum ada tanggapan.

Insiden pesawat putar balik sebelumnya juga menimpa pesawat American Airlines tujuan Amerika Serikat. Pesawat itu terpaksa kembali ke San Juan, Puerto Rico, gara-gara pesan duka yang masuk ke ponsel salah satu penumpang.

Penumpang di sebelahnya yang ikut membaca pesan itu melihat tulisan R.I.P -akronim umum yang berarti 'beristirahatlah dengan tenang'. Ia kemudian berasumsi bahwa pesan itu adalah ancaman bagi penerbangan, menurut Kantor Bahan Peledak dan Keamanan Publik Puerto Rico.

Media lokal Primera Ahora yang pertama melaporkan berita tersebut. Mengutip People, Jumat, 4 Juli 2025, juru bicara American Airlines mengonfirmasi berita tersebut. "Penerbangan American Airlines 1847, dengan layanan dari San Juan (SJU) ke Dallas Fort Worth (DFW), kembali ke SJU tak lama setelah keberangkatan karena kemungkinan masalah keamanan," katanya.

Insiden Pesawat Putar Balik Gara-gara Pesan Duka

Pesawat American Airlines. (JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Penerbangan American Airlines 1847 lepas landas dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di Isla Verde, San Juan. Penerbangan menuju Dallas, Amerika Serikat itu harus kembali ke San Juan setelah diduga menerima ancaman penerbangan sekitar 30 menit setelah lepas landas.

"Pesawat mendarat dengan selamat di SJU, dan penegak hukum memeriksa dan mengizinkan pesawat untuk berangkat lagi. Keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama kami dan kami mohon maaf kepada pelanggan kami atas ketidaknyamanan ini," lanjut pernyataan tersebut.

Wakil direktur keamanan Aerostar, Félix Alvarado, menilai pesan tersebut sebagai potensi ancaman. Tapi, penumpang yang menerima pesan tersebut membuktikan bahwa seorang kerabat telah meninggal sehari sebelumnya, menambahkan bahwa mereka berada di dalam pesawat setelah meninggalkan liburan mereka lebih awal, menurut Primera Hora.

"Itu adalah kekacauan yang ditangani sesuai protokol keselamatan. Tidak ada ancaman nyata bagi penerbangan atau penumpang," kata Nelman Nevárez, direktur operasi Aerostar, dalam sebuah wawancara yang diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke bahasa Inggris. Pesawat yang membawa 193 penumpang itu melanjutkan rutenya dan bersiap lepas landas pada pukul 10 pagi, waktu setempat.

Ancaman Bom ke Pesawat Saudia Airlines

Personel TNI melakukan pemeriksaan menyeluruh di dalam pesawat Saudia Airlines SV5688 yang mengangkut jemaah haji Indonesia usai menerima ancaman bom. Kini ratusan jemaah itu telah diterbangkan kembali menuju Surabaya setelah pesawat dipastikan aman. (Foto: Puspen TNI)

Insiden penerbangan mendarat darurat juga terjadi di Bandara Kualanamu Sumatra Utara (Sumut), beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi dua kali dalam pekan yang sama. Kasus paling anyar terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, setelah sebuah pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SVA5688 mendarat darurat akibat ancaman bom dalam penerbangan tersebut.

Mengutip kanal News Liputan6.com, pesawat tersebut membawa 376 penumpang yang merupakan rombongan jemaah haji asal Surabaya, serta 13 kru. Rinciannya, 196 penumpang laki-laki dan 180 perempuan. 

Begitu pesawat mendarat, proses evakuasi penumpang langsung dilakukan dengan cepat dan hati-hati. Seluruh penumpang diminta turun dan menjauh dari pesawat untuk memastikan keselamatan.

Pasca-pendaratan darurat, tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda Sumut langsung diterjunkan ke lokasi untuk menyisir menyeluruh terhadap bagian dalam pesawat, termasuk kabin dan bagasi. "Tim sudah dikerahkan untuk melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada benda mencurigakan yang membahayakan," sambung Kapolda.

Infografis 7 Insiden Fatal Pesawat Boeing. (Liputan6.com/Putri Astrian Surahman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya