Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyambangi kediaman Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, K.H. Ma’ruf Amin di Depok, Jawa Barat, hari ini. Tampak dalam kunjungan tersebut, kepala negara menunduk dan mencium tangan sang kiai.
Mengutip informasi yang dipublikasi sosial media resmi presiden, kunjungan itu menjadi bentuk silaturahmi dengan tujuan mempererat tali persaudaraan.
Advertisement
"Presiden menyambangi dalam rangka silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan," tulis Tim Media Prabowo Subianto seperti dikutip Minggu (24/8/2025).
Dalam kunjungannya, Prabowo disebut berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Ma'ruf Amin perihal pembangunan bangsa.
"Kedua pemimpin berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai arah pembangunan bangsa ke depan," jelas keterangan tersebut.
Prabowo berharap, kunjungan itu diartikan hubungan baik antar pemimpin Republik Indonesia dari masa ke masa.
"Kunjungan ini juga mencerminkan kehangatan hubungan antar pemimpin bangsa serta menegaskan semangat persatuan yang senantiasa menjadi landasan kokoh dalam perjalanan Indonesia," dia menandasi.
Tampak Saling Tersenyum
Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut keduanya saling mengenakan kopiah.
Seperti biasa, Prabowo menggunakan baju safari berwarna krem. Baju ini kerap digunakan sang presiden di luar kegiatan dinas
Sementara Ma'ruf Amin dengan baju koko putih dan memakai sarung. Tampak senyum terpancar dari wajah keduanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengenang hari lahir Siti Hartina atau Tien Soeharto, yang merupakan istri dari Presiden ke-2 RI Soeharto. Hal itu disampaikan lewat akun Instagram @prabowo.
“Mengenang Hari Lahir Ibu Tien Soeharto. 23 Agustus 1923-28 April 1996,” tutur Prabowo lewat Instagram Story dikutip Liputan6.com, Sabtu (23/8/2025).
Diketahui, Siti Hartina Soeharto Atau Ibu Tien Soeharto menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah bangsa Indonesia.
Motor Penggerak bagi Perempuan Indonesia
Istri presiden kedua RI Soeharto ini dikenal sebagai motor penggerak bagi perempuan Indonesia di masanya untuk maju dan terus berjuang dalam kondisi apa pun.
Ibu Tien memrakarsai berdirinya sejumlah lembaga sosial kemasyarakatan. Salah satu diantaranya adalah Yayasan Harapan Kita pada 23 Agustus 1968. Yayasan yang bergerak di bidang sosial, kesehatan dan pendidikan yang bertahan hingga saat ini.
Tak ada yang mengira yayasan ini akan maju berkembang dan bertahan hingga usai 51 tahun pada 23 Agustus kemarin. Maklum, yayasan ini didirikan hanya bermodal Rp 100 ribu. Uang tersebut merupakan patungan dengan Zaleha, istri Ibnu Sutowo.
Namun dengan kegigihan dan kerja keras kala itu, yayasan ini bertahan, maju dan berkembang.
Yayasan kemudian melahirkan sejumlah karya sejarah, salah satunya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 1975, Taman Anggrek Indonesia Permai, dan juga Perpustakaan Nasional.