Review Film Universal Language: Bahasa Umum Itu Bernama Kebaikan, Jadi Jangan Jemu Berbuat Baik

Universal Language adalah film komedi yang menempatkan kebaikan sebagai bahasa universal dengan bintang Rojina Esmaeili dan Saba Vahedyousefi.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 23 Agustus 2025, 17:14 WIB
Universal Language adalah film komedi yang menempatkan kebaikan sebagai bahasa universal dengan bintang Rojina Esmaeili dan Saba Vahedyousefi. (Foto: Dok. Metafilms)

 

Liputan6.com, Jakarta Bisa jadi, Universal Language adalah film ultra-low budget. Percayalah, bujet bukan indikator tunggal yang menentukan kualitas hasil akhir dan nilai produksi sebuah film. Paling tidak, inilah yang kami rasakan setelah menonton.

Di menit awal, kita akan bertanya-tanya mengapa judulnya Universal Language. Setelah menonton hingga menit akhir, barulah kita paham mengapa kita perlu bersiap baik dan tulus. Itulah bahasa paling umum yang mudah dipahami manusia manapun.

Aktor Matthew Rankin merangkap jabatan sebagai pemain, produser, sutradara, bahkan turut menulis naskah. Universal Language adalah fantasi “liar” dengan latar realitas alternatif di mana bahasa Persia dominan di Kanada, berdampingan dengan bahasa Prancis.

Jadi, jangan kaget jika sepanjang film, kita tak familier dengan kata-kata yang digunakan para tokoh. Kadang, bukan itu poin utama film ini. Inilah review film Universal Language, yang dibintangi Rojina Esmaeili dan Saba Vahedyousefi

 


Tentang Negin dan Nazgol

Salah satu adegan film Universal Language. (Foto: Dok. Metafilms)

Dalam dunia Universal Language, Negin (Rojina Esmaeili) dan Nazgol (Saba Vahedyousefi) awalnya tidak berhubungan. Negin adalah bocah perempuan dengan cita-cita jadi diplomat. Suatu hari, Negin dan teman sekelasnya dihukum masuk ke lemari dan berdiri di sana.

Hari itu, terjadi insiden menyesakkan dada. Omid (Sobhan Javadi) tak bisa melihat tulisan di papan tulis gara-gara kacamatanya hilang. Kacamata itu nyangkut di kaki ayam kalkun yang kabur. Kini, Negin dan Nazgol berupaya membantu Omid beroleh kacamata baru.

Caranya? Dengan mencongkel uang kertas yang ada di dalam sebongkah es. Dalam upaya mencari alat congkel, mereka berpapasan dengan Massoud (Pirouz Nemati). Massoud menyarankan Negin dan Nazgol pinjam kapak. Massoud janji menjaga lokasi uang berada.

Setelah setengah mati mencari kapak, Negin syok mendapati es dan uang kertas itu telah raib. Di sudut kota lain, ada Matthew (Rankin), yang memilih berhenti dari pekerjaannya dan mudik ke Winnipeg untuk mengunjungi ibunda.


Keping-Keping Puzzle

Salah satu adegan film Universal Language. (Foto: Dok. Metafilms)

Para paruh awal, para tokoh dalam Universal Language seperti keping-keping puzzle yang tercerai berai. Tak punya koneksi selain kesamaan bahasa dan budaya. Hidup mereka punya cerita dan masalah sendiri yang mesti diperjuangkan.

Lanjut Baca:

Negin dan Nazgol dengan niat baik membantu teman yang kehilangan kacamata. Massoud jungkir balik jadi pemandu wisata sementara para turis yang dipandu ngomel melulu. Ada lagi Matthew luntang-lantung melacak keberadaan ibunda.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya