Cerita Pelancong Inggris Berjuang Lawan Tipes Saat Liburan di Indonesia

Wanita asal Inggris, Alisha Pyrgotis terjangkit demam tifoid atau tipes sedang berlibur di Gili Trawangan Indonesia. Ia merasakan gejala yang muncul sangat membuatnya tidak nyaman.

oleh Dewinta WulandariDiterbitkan 24 Agustus 2025, 10:30 WIB
Alysha Pyrgotis, pelancong asal Inggris terinfeksi demam tifoid atau tipessaat di Indonesia (dok. instagram/alishapyrgotis)

Liputan6.com, Jakarta Alysha Pyrgotis, wanita berusia 27 asal Inggris menyebut dirinya hampir mati akibat serangan demam tifoid alias tipes saat ia berwisata ke Gili Trawangan, Indonesia.

Alysha bercerita, pada bulan Juni lalu merasakan gejala yang amat tak nyaman sampai-sampai pikiran akan kematian terlintas di benaknya.

“Saya terbaring di tempat tidur, sangat kesakitan di otot dan tulang saya. Saya mengigau, tidak bisa berkonstrasi sama sekali, saat itu saya panik,” jelasnya.

Alysha menyebut, saat itu, salah satu teman jalan-jalannya menyadari betapa buruk kondisi Alysha. Hal yang membuatnya panik saat itu karena tidak ada fasilitas kesehatan terdekat.

“Dia (temannya) berbicara dengan orang di hostel dan kami melihat secara online, tidak ada rumah sakit atau apapun,” sebut Alysha seperti mengutip The Sun.

Karena fasilitas medis terdekat tidak tersedia, dokter pun mendatangi Alysha untuk mengecek kondisi kesehatannya. Termasuk menguji apakah mengalami tifoid atau tipes.

Tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut, atau melalui kontak dengan feses dan urine penderita. 

Ternyata hasil tes menunjukkan ia terkena tifoid. Ia menduga terinfeksi bakteri tersebut dari makanan yang ia konsumsi.

Visa Nyaris Habis

 

Perjalanan yang seharusnya jadi seru membuatnya harus beristirahat. Ditambah lagi efek dari infeksi bakteri Salmonella typhi ini ini melebihi rasa sakit yang sebelumnya pernah ia alami.

“Sejujurnya saya pikir saya akan mati. Seburuk itu, saya pikir sudah jelang kematian," tuturnya. 

"Saya hanya berpikir ini tidak akan berakhir baik. Saya juga merasa panik karena menyadari bahwa sesi liburan harus berakhir saya sangat amat takut,” tutur Alysha yang menceritakan saat itu kondisi visanya hampir habis tetapi ia masih belum pulih.

Tidak Bisa Makan atau Minum

Alysha juga menceritakan bahwa tubuhnya seperti menolak makanan sehingga ia tidak mengonsumsi apapun selama lima hingga enam hari.

“Bahkan air, saya mencoba menyisip air dan kemudian ia akan kembali lagi (keluar),” kata Alysha.

Setelah enam hari mendapatkan perawatan, akhirnya kondisinya perlahan-lahan membaik.

Perjalanan liburan ia lanjutkan ke Thailand meski efek dari tifoid masih terasa.

“Menurut saya, mencuci tangan itu sangatlah penting setelah itu. Karena itu bukan sesuatu yang aku lakukan dulu,” sarannya.

Alysha menceritakan bahwa ia sering berkontak langsung dengan hewan-hewan liar, dan tidak pernah mencuci tangannya maupun memberihkan dengan antiseptik pembersih tangan.

“Menurut saya mencuci tangan secara umum, dan berhati-hati dengan apa yang akan dimakan,” sarannya untuk menghindari kondisi serupa.

Apa Itu Demam Tifoid?

Menurut NHS, demam tifoid disebarkan melalui makanan dan air yang tidak bersih.

Gejala penyakit ini biasanya muncul dalam tiga minggu setelah terinfeksi bakteri tifoid, tetapi kadang-kadang gejala ini akan muncul setelah enam minggu terinfeksi.

Gejala-gejala yang muncul yaitu:

  • Demam tinggi yang memburuk dalam beberapa hari
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Panas dingin, nyeri, dan sakit
  • Merasa lelah atau sakitsulit buang air besar
  • Merasa tidak lapar.

Sakit perut dan diare juga merupakan gejala yang umum, tetapi ini biasanya muncul setelah gejala lainnya.

Beberapa orang juga akan mengalami ruam berwarna merah muda di tubuh bagian atas, mungkin ini akan sulit terlihat pada orang berkulit hitam.

Jika demam tifoid ini tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan masalh yang lebih serius seperti pendarahan internal atau infeksi pada lapisan perut (peritonitis).

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya