Target Real Madrid Sebelum Jeda Internasional: Bangun Momentum, Rebut 9 Poin

Real Madrid menargetkan 9 poin penuh di awal La Liga musim ini. Xabi Alonso ingin membangun momentum, kepercayaan diri, dan identitas tim sejak dini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 22 Agustus 2025, 18:33 WIB
Eksekusi penalti Kylian Mbappe berhasil membawa Real Madrid meraih kemenangan 1-0 atas Osasuna pada laga pekan perdana La Liga di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8/2025) dini hari WIB. (AFP/Thomas Coex)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid memulai musim La Liga dengan rencana sederhana namun tegas: meraih sembilan poin sempurna sebelum jeda internasional September. Target ini dianggap penting bukan hanya untuk papan klasemen, melainkan juga demi membangun momentum positif.

Bagi Xabi Alonso dan timnya, start mulus akan memberi dorongan psikologis untuk menghadapi kompetisi panjang yang mencakup La Liga dan Liga Champions. Dengan tekanan besar setelah perubahan skuad di musim panas, fondasi awal dianggap krusial.

Madrid menyadari persiapan mereka tidak ideal, mengingat partisipasi di Piala Dunia Antarklub membuat pramusim menjadi yang tersingkat dalam sejarah klub. Situasi ini membuat fase awal musim kian menentukan.


Target 9 Poin Sebelum Jeda

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe, melepaskan tendangan penalti saat melawan Osasuna pada laga pekan perdana La Liga di Stadion di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kemenangan tipis atas Osasuna di pekan pembuka menjadi langkah awal dalam mencapai misi tersebut. Meski performa belum sepenuhnya padu, hasil itu memberikan fondasi berharga.

Madrid selanjutnya akan menghadapi Oviedo dan Mallorca sebelum jeda internasional. Dua laga itu dipandang sebagai kesempatan emas untuk mengamankan enam poin tambahan.

Jika target tercapai, Alonso bisa membawa timnya melewati jeda dengan kepercayaan diri tinggi sekaligus mengurangi tekanan di pekan-pekan berikutnya.


Identitas yang Dibangun Alonso

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, berdiri di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan CA Osasuna di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 19 Agustus 2025. (Thomas COEX/AFP)

Selain soal poin, Madrid juga fokus menegaskan identitas permainan di bawah Alonso. Gaya yang terlihat sejak Piala Dunia Antarklub menekankan penguasaan bola terstruktur, pressing tinggi, dan transisi cepat.

Namun, Alonso sadar waktu persiapan yang hanya dua minggu belum cukup untuk menyempurnakan sistemnya. Karena itu, disiplin taktik dan fleksibilitas menjadi tuntutan utama bagi para pemain.

Keyakinannya, dengan dua kualitas itu, Madrid bisa tetap meraih hasil positif meski performa belum mencapai level terbaik. Identitas tim akan tumbuh seiring berjalannya musim.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya