Mensos Gus Ipul di Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Mendikdasmen Susun Kurikulum

Mendikdasmen Abdul Mu'ti bekerja sama dengan Tim Formatur menyiapkan kurikulum serta terlibat dalam proses seleksi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat.

oleh Fatimah AzzahraDiperbarui 22 Agustus 2025, 14:06 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat pembekalan guru dan kepala sekolah rakyat di JIExpo. (Liputan6.com/Fatimah Azzahra)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali gelar Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat, di Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Rabu (22/8/25). Kegiatan ini rencananya bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengapresiasi kolaborasi lintas sektor demi menjalankan gagasan Presiden tentang Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menjelaskan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bekerja sama dengan Tim Formatur menyiapkan kurikulum serta terlibat dalam proses seleksi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat. 

"Karena ada dua beliau ini lah, kami sebagai penanggung bidang personal bisa melangkah setahap demi setahap" ujar Gus Ipul, Jumat (22/8/25). 

Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan prinsip dalam sistem Sekolah Rakyat mengikuti model kurikulum multi-entry, multi-exit yang fleksibel untuk para siswa. Dengan sistem ini, setiap siswa dapat menyesuaikan kemampuan dalam masa studinya. 

Dia juga menyebut materi pembelajaran yang akan disusun dalam bentuk modul. Seperti yang sudah diterapkan pada kurikulum sekolah formal. 

"Materi pembelajaran di mana murid dimungkinkan untuk dapat menyelesaikan modul itu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya" ujar Mendikdasmen.

Tiga Sistem Pendidikan Sekolah Rakyat

Mendikdasmen melanjutkan, ada tiga kurikulum dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat. Sistem pertama yaitu Satuan Kredit Semester (SKS). 

"Murid tentu tidak harus menempuh mata pelajaran dalam waktu yang sama tetapi mungkin berbeda-beda satu dengan yang lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya,” jelasnya.

Kedua, kurikulum praktis yang dapat menunjang kemampuan masing-masing siswa. Disesuaikan dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam siswa. 

"Kemampuan yang memungkinkan mereka untuk dapat apakah nanti melanjutkan studi atau kah bekerja setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat" katanya.

Ketiga, sistem hidden kurikulum. Dia menjelaskan, dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat, selain ada kurikulum yang berupa materi, ada juga ada hidden kurikulum di dalamnya lingkungan sekolah.

“Lingkungan asrama itu menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran Sekolah Rakyat" tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya