Influencer Vania Aramita Ulas Fenomena Oplas Artis Indonesia, Demi Kesehatan atau Standar Kecantikan?

Operasi plastik seolah jadi tren di kalangan artis Indonesia beberapa tahun terakhir. Ini sekadar mengikuti tren kecantikan terkini atau karena faktor kesehatan?

oleh Wayan DianantoDiperbarui 20 Agustus 2025, 12:35 WIB
Influencer dokter Vania Aramita ulas oplas yang belakangan seolah jadi tren di kalangan artis Indonesia. Sekadar ikut tren kecantikan terkini atau karena faktor kesehatan?

Liputan6.com, Jakarta Operasi plastik alias oplas seolah jadi tren di kalangan artis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dari sedot lemak hingga rhinoplasty (memperindah bentuk hidung). Sejumlah artis mengatakan memoles hidung karena punya riwayat sinus dan sebagainya.

Biaya oplas tidak bisa dibilang murah. Baru-baru ini, Asri Welas menempuh oplas berbiaya Rp500 juta. Beredar pula kabar seorang penyanyi oplas di Korea Selatan dengan biaya hampir Rp1 miliar. Walhasil, persepsi yang terbentuk di masyarakat, oplas hanya untuk mempercantik diri.

Oplas tak jauh dari upaya memperbesar payudara, bokong, atau memancungkan hidung. Padahal, fungsi oplas sejatinya bukan cuma itu. Hal ini diungkap dokter sekaligus influencer dr. Vania Aramita Sari, Sp.B.P.R.E., Subsp.E.L.,(K).

“Bedah plastik itu sebenarnya, seperti gelar dokternya, rekonstruksi dan estetika, tujuan utamanya mengembalikan fungsi. Saya sebut saja salah satu contoh, tummy tuck. Jadi tummy tuck orang tahunya untuk kurus dan menghilangkan lemak,” katanya.

Padahal, fungsi utama tummy tuck menyatukan kembali otot yang merenggang karena banyak faktor misalnya hamil dan bersalin atau riwayat tumor. Mengingat, otot yang meregang bisa mengganggu fungsi tubuh misalnya sulit menahan buang air kecil (inkontinensia urine).

 


Angelina Jolie Hingga Song Hye Kyo

Aktris dan sutradara AS Angelina Jolie tiba untuk pemutaran film "Eddington" di Festival Film Cannes ke-78 di Cannes, Prancis selatan, pada 16 Mei 2025.Valery HACHE / AFP

Contoh lain, operasi sedot lemak atau liposuction yang selama ini identik dengan tujuan melangsingkan tubuh. Vania Aramita mengingatkan, lemak faktor inflamasi. Liposuction dilakukan untuk menekan inflamasi dalam tubuh pasien karena riwayat kesehatan tertentu.

Kembali ke oplas, tugas besar dokter saat ini meluruskan persepsi dan merasionalisasi harapan pasien. Tak jarang, orang ingin oplas karena harapan agar punya hidung dan bibir seseksi Angelina Jolie. Atau, ingin struktur muka mirip Song Hye Kyo bahkan IU.

Inilah salah kaprah yang selama ini beredar. Belum lagi era medsos membuat arus informasi dan standar kecantikan makin “tak terkendali.” Berkaca pada pengalaman, Vania Aramita mengaku ada banyak pasien ingin oplas agar mirip artis idolanya.

“Mungkin ada sekitar 40 persen, cukup banyak. Tugas kami sebagai dokter tahu kapan saatnya bilang stop dan kapan bilang enggak. Jadi kami enggak bisa mengiakan semua keinginan pasien,” ujar Vania Aramita seraya menggrisbawahi pentingnya edukasi.

Lanjut Baca:

“Jadi kami memang melakukan kampanye bedah plastik untuk kesehatan. Rata-rata dulu pasien belum tahu. Kini, banyak orang sadar. Yang menjalani bedah plastik itu enggak melulu artis atau orang terkenal,” sambung dokter Spesialias Bedah Plastik lulusan Universitas Indonesia itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya