Liputan6.com, Jakarta Lionel Messi telah lama menjadi salah satu tolok ukur kehebatan sepak bola dunia, bahkan hingga kini namanya kerap dijadikan perbandingan bagi talenta muda seperti Lamine Yamal. Kemunculan Yamal dengan segala potensinya membuat ingatan banyak orang kembali pada sosok Messi di awal kariernya bersama Barcelona.
Namun, membandingkan Yamal dengan Messi tentu masih terlalu dini mengingat Messi sudah mendominasi sepak bola dunia selama hampir dua dekade. Kehebatannya membuat ia dihormati bukan hanya oleh penggemar, tetapi juga oleh para pelatih lawan yang kerap dibuat pusing oleh aksinya.
Advertisement
Salah satu pelatih yang paling sering berhadapan dengan Messi adalah Jose Mourinho saat melatih Real Madrid. Pertarungan keduanya menjadi salah satu babak penting dalam sejarah El Clasico, dengan Messi lebih sering keluar sebagai pemenang dalam duel pribadi melawan sang "Special One".
Mourinho Belajar dari Messi
Jose Mourinho, dalam sebuah wawancara terbaru, ditanya siapa pemain yang paling banyak membuatnya belajar sebagai pelatih. Tanpa ragu, ia langsung mengucapkan nama Lionel Messi. “Messi adalah pemain yang paling membuat saya berkembang,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan betapa besar pengaruh Messi terhadap perjalanan karier Mourinho sebagai pelatih. Setiap pertemuan dengan sang bintang Argentina menjadi ujian yang mengasah taktik dan mental seorang manajer.
Mourinho lalu menambahkan alasan di balik pilihannya. “Karena setiap kali kami bermain melawan dia, dia memaksa saya untuk berpikir keras,” katanya. Kalimat itu menggambarkan betapa Messi adalah lawan yang tak pernah mudah diatasi.
Messi yang Sulit Dihentikan
Messi kerap membuat rencana pertahanan Mourinho berantakan. Dengan kemampuan dribelnya, ia mampu menembus jebakan lini belakang dan mencetak gol yang terlihat mustahil. Bahkan tak jarang, para pemain terbaik Mourinho hanya bisa menyaksikan sang bintang beraksi.
Selama membela Barcelona dari 2004 hingga 2021, Messi mencatatkan 672 gol dan 269 assist dalam 778 pertandingan. Angka tersebut menjadi bukti nyata betapa sulitnya menghentikan pengaruhnya di lapangan.
Tidak heran bila Mourinho sampai merasa Messi adalah pemain lawan yang membuatnya terus berkembang sebagai pelatih. Rivalitas keduanya di lapangan justru meninggalkan warisan berupa rasa hormat yang mendalam.
Mourinho dan Keinginan Melatih Messi
Di akhir wawancara, Mourinho kembali ditanya siapa pemain dengan potensi besar yang ingin ia latih, tapi tidak pernah mendapat kesempatan. Jawaban sang pelatih sama sekali tidak berubah. “Messi,” ucapnya singkat.
Ucapan itu seolah menegaskan bahwa di mata Mourinho, Messi adalah pemain istimewa yang tak tergantikan. Bahkan setelah menghadapi banyak bintang lain, hanya Messi yang benar-benar meninggalkan kesan mendalam.
Kata-kata Mourinho ini pun menjadi pengingat betapa Messi bukan hanya legenda bagi Barcelona, tapi juga figur yang menginspirasi bahkan rival-rival terbesarnya. Ia pemain yang bukan hanya dicintai penggemar, tetapi juga dihormati lawan.
Sumber: MARCA, Barca Universal