Liputan6.com, Jakarta - Awal pekan, Senin (18/8/2025), lindu kembali terjadi di Bumi Pertiwi. Hingga pukul 20.30 WIB, tercatat telah terjadi empat kali gempa hari ini yang menggetarkan wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi pertama menggetarkan Indonesia dini hari pukul 00:10:18 WIB di wilayah Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Advertisement
"Pusat gempa berada di laut 67 Km barat daya Pariaman," tulis BMKG dalam laman www.bmkg.go.id
Episenter lindu berada pada koordinat titik 1,06 LS-99,70 BT. Gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,5 dengan kedalaman 56 kilometer.
Selanjutnya, gempa bumi menggetarkan wilayah Kolaka Timur. Gempa ini terjadi pukul 07:33:13 WIB dan memiliki kekuatan magnitudo 2,9 dengan kedalaman 5 kilometer. Pusat gempa berada di darat 2 Km barat laut Ladongi, Kolaka Timur.
Kemudian, gempa kembali menggetarkan tanah air pukul 13:28:00 WIB. Gempa kali ini terjadi di wilayah Konawe Selatan dengan kekuatan magnitudo 2,4. Episenter gempa berada pada titik koordinat 4,15 LS-122,41 BT dan dirasakan di wilayah II-III Konawe Selatan.
Terakhir, gempa bumi terjadi di wilayah Bitung, Sulawesi Utara. Pusat gempa berada di laut 64 km Tenggara Bitung dengan kekuatan magnitudo 5,2. Gempa ini dirasakan hingga wilayah MMI III Manado dan III Bitung.
Apa Itu Gempa Bumi?
Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.
Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.
Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.
Tanggap Bencana Gempa Bumi
Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.
Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.
Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.
Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.