Liputan6.com, Beijing - Dokter di China berhasil mengangkat "bola rambut" seberat dua kilogram dari perut seorang remaja perempuan yang sudah enam tahun kecanduan mencabut dan memakan rambutnya sendiri.
Remaja berusia 15 tahun, bernama Nini, berasal dari Provinsi Henan di China tengah.
Advertisement
Pada Juli lalu, ia dibawa ibunya ke Rumah Sakit Anak Wuhan di Provinsi Hubei karena sakit perut parah yang membuatnya tidak bisa makan dan hampir pingsan, menurut laporan Hubei Daily.
Nini diketahui sangat kurus, dengan tinggi 1,6 meter namun berat hanya 35 kilogram. Ia juga belum menstruasi selama enam bulan.
Setelah diperiksa, dokter menemukan Nini mengalami anemia serius. Sang ibu mengaku anaknya sudah punya kebiasaan memakan rambut sendiri sejak enam tahun terakhir.
Dokter menemukan bola besar yang terbentuk dari rambut dan sisa makanan, hampir memenuhi seluruh perutnya, dilansir dari SCMP, Kamis (21/8/2025).
Mereka menyimpulkan bola rambut itu menjadi penyebab berbagai penyakit yang dideritanya.
Operasi dan Pemulihan
Pada 14 Juli, Nini menjalani operasi untuk mengangkat bola rambut tersebut.
Dalam prosesnya, dokter menemukan perutnya sudah membengkak hingga dua kali ukuran normal.
Lima hari pasca operasi, Nini mulai bisa makan makanan kembali.
Ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan kembali untuk pemeriksaan fisik pada 5 Agustus. Dokter menyatakan kondisinya sudah pulih dengan baik.
Nini bahkan datang membawa hadiah berupa rangkaian bunga dari permen sebagai tanda terima kasih. Sang ibu mengatakan anaknya kini mulai bertambah berat badan.
“Kalau anak-anak sudah makan benda-benda yang bukan makanan seperti rambut atau kaca selama lebih dari sebulan dan tidak bisa berhenti, orang tua harus waspada dengan kondisi yang disebut trichophagia dan segera membawanya ke rumah sakit,” kata salah satu dokter yang menangani Nini, dikutip dari laporan tersebut.
Liu Fang, dokter dari Rumah Sakit Jinling di Nanjing, Provinsi Jiangsu, menjelaskan di situs kesehatan 39.net bahwa pasien dengan trichophagia biasanya mendapat penanganan kombinasi gizi, psikiatri, dan obat-obatan.
“Kami akan menyarankan pasien banyak makan makanan yang kaya vitamin. Kami juga akan memperbaiki kesalahan kognisi pasien agar bisa mengubah perilakunya. Ketiga, kami akan memberikan obat cair untuk meningkatkan kesehatan mereka,” ujar Liu.
Kadang-kadang, lanjutnya, pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan fisioterapi juga dipakai untuk meredakan gejala pasien.