Dapat Pasokan Gas Bumi, Industri di Bandung Bisa Lebih Hemat

Industri di Bandung akhirnya bisa menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar dan bahan baku.

oleh Septian DenyDiperbarui 16 Agustus 2025, 22:11 WIB
PT PGN tahun ini telah menyiapkan 21 ribu jaringan gas untuk sambungan ke rumah tangga di beberapa kelurahan di Tarakan.

Liputan6.com, Jakarta Industri di Bandung akhirnya bisa menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar dan bahan baku. Pemanfaatan energi tersebut pun dapat menciptakan penghematan bagi penggunanya dan minim emisi.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, mengatakan, Bandung merupakan wilayah yang tepat untuk layanan gas tanpa pipa (beyond pipeline) seperti LNG retail, sebagai opsi alternatif yang efisien dan kompetitif terhadap bahan bakar lainnya.

Efisiensi ini memungkinkan penghematan biaya operasional bagi pelaku usaha sekitar 10–25 persen , sekaligus mendukung pengurangan beban subsidi energi karena LNG dan CNG bersumber dari dalam negeri. Selain itu, juga berkontribusi menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Untuk memasok gas bumi ke Bandung akan didukung dengan infrastruktur LNG HUB dengan kapasitas hingga 15.000 MMBTU per bulan (sekitar 0,5 BBTUD), proyek ini sebagai langkah signifikan bagi perluasan pemanfaatan energi bersih di wilayah Jawa Barat.

“LNG HUB menjadi milestone dalam memperluas utilisasi LNG," kata Arief, Sabtu (16/8/2025)

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas distribusi dan ketersediaan LNG bagi sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) dan industri lainnya yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

 

Pengembangan Bisnis LNG

embangunan pipa gas bumi Muara Karang- Muara Bekasi ibertujuan meningkatkan pemanfaatan atau penggunaan gas bumi nasional,

PGN pun mendapat dukungan dari PT Nusantara Regas (NR) dan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).

"Semoga dapat menambah optimisme untuk menggarap pasar gas bumi Bandung dan wilayah lainnya di Jawa Barat bagian selatan,” tutur Arief.

NR akan mengambil peran krusial dalam pengembangan bisnis LNG breakbulking dalam hal penyediaan infrastruktur serta layanan moda transportasi LNG (menggunakan isotank LNG), berdasarkan pasar retail dan aset LNG yang dikembangkan oleh PGN Gagas.

 

LNG HUB

Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta, Rabu (21/9/2016). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Direktur Utama PT Nusantara Regas, Mohd. Iskandar Mirza mengungkapkan, sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, PT Nusantara Regas berperan dalam pengembangan LNG HUB Bandung oleh PGN Gagas melalui penyaluran LNG dari fasilitas regasifikasi (LNG) atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).

"Kami melihat potensi besar dalam mengakselerasi distribusi energi bersih ke sektor HOREKA. Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses energi berkualitas, tetapi juga sejalan dengan misi kami memperluas pemanfaatan LNG secara inklusif dan efisien menuju transisi energi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan menuturkan, PGN Gagas yang menjadi pengelola operasional LNG HUB untuk memasok gas bumi ke masyarakat dan pelaku usaha.

“Gagas bersama PGN berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem energi gas melalui inovasi dan pembangunan infrastruktur strategis seperti SPBG, CNG Hub, dan LNG Hub. Kami optimistis penambahan LNG Hub ini akan semakin memperkuat penyediaan pasokan gas bumi khususnya bagi HOREKA di kota Bandung dan sekitarnya,” kata Santiaji.

10 Ladang Gas Terbesar Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya