Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraannya untuk pertama kali di sidang tahunan MPR menjelang HUT ke-80 RI, Jumat (15/08/2025).
Dalam pidatonya, sejumlah capaian dan persoalan disampaikan. Prabowo sampai mendapatkan standing ovation dari para anggota MPR/DPR.
Advertisement
Setelah pidato, ada momen unik yang terpotret kamera. Prabowo sempat menghampiri sejumlah hadirin yang ada di kursi parlemen.
Duduk di baris paling depan, Tampak ada Titiek Soeharto. Tak luput jadi orang yang dihampiri Prabowo. Momen inilah yang menjadi sorotan publik.
Prabowo tampak mengulurkan kedua tangannya. Wajah Titiek tampak tersenyum lebar dan berseri menyambut kedua tangan Prabowo. Titiek tampak cantik berkebaya warna serba biru. Dengan kain songket sedana yang membalut di bahunya.
Sambil berjabat tangan, Prabowo menatap wajah wanita yang pernah menjadi pujaan hatinya itu. Titiek terlihat senyum tersipu malu dengan menurunkan wajah dan tatapannya ke bawah sambil menjabat tangan Prabowo.
Hanya beberapa detik keduanya berjabat tangan. Prabowo melanjutkan perjalanannya dengan menjabat tangan anggota MPR/DPR lainnya. Sembari berjalan menuju keluar gedung.
Pidato Prabowo
Seperti diketahui, dalam pidatonya Prabowo menyinggung banyak praktik korupsi. Dia berjanji akan membabat semua perilaku korupsi dan kebocoran anggaran demi kesejahteraan rakyat.
Salah satunya, Prabowo merasa aneh dengan situasi Indonesia sebagai negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia, tetapi justru pernah mengalami kelangkaan minyak goreng.
"Kekuatan suatu negara terletak bagaimana negara itu bisa menguasai dan mengelola kekayaan. Karena itu kita berani koreksi apabila kita telah mengambil langkah yang keliru. Sungguh aneh, negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2025, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Prabowo menilai kondisi tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal dan berkaitan dengan praktik manipulasi yang merugikan kepentingan masyarakat. Prabowo menyebut fenomena kelangkaan itu berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan hingga beberapa bulan.
"Itu ternyata adalah permainan manipulasi yang tadi sudah disinggung ketua DPR, yang saya beri nama serakahnomics. Negara produksi kelapa sawit terbesar di dunia, berminggu-minggu, hampir berapa bulan, kelapa sawit langka," ucap Prabowo.