Badge, Bravery, Spirit! Nilai-Nilai Baru Manchester United untuk Klub Solid Siap Juara

Manchester United mulai musim baru dengan nilai inti 'Badge, Bravery, Spirit'. Simak perubahan internal, respons staf, dan tantangan di balik gebyar transfer mereka!

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 15 Agustus 2025, 10:54 WIB
Para pemain Manchester United berpose dengan trofi Summer Series usai pertandingan Premier League Summer Series melawan Everton, Senin, 4 Agustus 2025, di Atlanta. (AP Photo/Colin Hubbard)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United memulai musim 2024/2025 dengan atmosfer berbeda. Omar Berrada, sang CEO, menggelar rapat internal di kompleks pelatihan Carrington, menggaungkan tiga nilai inti: Badge, Bravery, Spirit. Pesan ini disebut sebagai fondasi baru di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.

Berrada tak sekadar bicara teori. Dia menyebut legenda seperti Eric Cantona dan Roy Keane sebagai contoh nyata "spirit" yang diinginkan. Bahkan, staf diberi botol minum bertuliskan tiga motto tersebut sebagai pengingat sehari-hari.

Meski rapat berlangsung cair, beberapa kritik tajam muncul. Mulai dari keluhan soal anggaran yang ketat hingga kekhawatiran soal "kelas pekerja" di kantor baru Carrington. Berrada menanggapi dengan santai, tapi masalahnya jelas belum selesai.

Di balik hiruk-pikuk transfer, detail rapat tersebut mendapatkan respons positif dari staf. Musim ini, Ruben Amorim juga berusaha membangun tim yang solid.


Tiga Nilai Inti yang Ditanamkan Berrada

Profil Omar Berrada, CEO Baru Manchester United dari City yang Gantikan Sir James Ratcliffe (doc: PA)

Omar Berrada tak main-main dengan tiga nilai yang digaungkannya. "Badge" berarti tak ada individu yang lebih besar dari klub. "Bravery" mengacu pada ketangguhan menghadapi krisis, sementara "Spirit" diinspirasi semangat Sir Matt Busby pasca-tragedi Munich 1958.

Video motivasi menampilkan momen-momen ikonik MU, dari gol Cantona hingga kepemimpinan Keane. Berrada menekankan, nilai-nilai ini harus meresap ke seluruh lini klub, mulai dari pemain hingga staf kebersihan.

Namun, implementasinya tak mudah. Seorang staf anonim menulis, "Kami butuh kepercayaan pada pemimpin." Tanggapan lain mempertanyakan efisiensi birokrasi: "Proses persetujuan anggaran terlalu lambat."


Amorim dan Tantangan Membangun Chemistry Tim

Pelatih Ruben Amorim yang didatangkan untuk menggantikan posisi Erik ten Hag pada November 2024 lalu gagal memperbaiki performa The Red Devils di kancah domestik. (Oli SCARFF/AFP)

Ruben Amorim, pelatih baru MU, langsung mengambil peran aktif. Dia memuji Bruno Fernandes yang menolak tawaran gaji fantastis dari Al Hilal. "Bruno memilih MU, bukan uang. Itulah spirit yang kita butuhkan," katanya.

Amorim juga terkesan dengan fasilitas baru Carrington. Saat berkunjung di hari libur, dia menemukan empat pemain bermain billiard. Ruang simulator F1 hingga barbershop disebutnya sebagai sarana mempererat chemistry.

Tapi, ada ironi di balik antusiasme Amorim. Beberapa staf tersirat saat dia bilang, "Dulu saya tak semangat datang kerja." Bagaimanapun, suasana baru ini masih harus dibuktikan dengan hasil di lapangan.


Dana vs Desakan Hasil: Tekanan di Balik Transfer Besar MU

Pemain Manchester United (MU), Matheus Cunha (kiri), berusaha lepas dari kawalan pemain Fiorentina pada laga uji coba di Old Trafford, Sabtu (9/8/2025) malam WIB. (Nick Potts/PA via AP)

Investasi MU musim ini tak main-main: lebih dari £200 juta untuk Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo. Menurut sumber internal, Ratcliffe memberi lampu hijau karena Amorim harus sukses di awal musim.

Namun, ada paradoks. Februari lalu, Ratcliffe mengklaim MU nyaris bangkrut jika tak ada pemutusan kerja. Kini, mereka malah memperluas fasilitas kredit hingga melebihi 300 juta pounds. Armstrong, direktur bisnis, berusaha menutup defisit dengan memburu sponsor baru seperti Coca-Cola.

Fans pun terbelah. Awal Agustus, kelompok The 1958 rencananya akan protes, tetapi rencana itu dibatalkan setelah kedatangan Sesko. Intinya, MU memasuki musim baru dengan optimisme dan problem klasik yang belum tuntas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya