Mendagri Tito Puji Sinergi Perum Bulog dan Polri dalam Gerakan Pangan Murah

Menurutnya, langkah tersebut memiliki peran signifikan dalam menjaga stabilitas harga komoditas dan mengendalikan inflasi.

oleh Wuri AnggariniDiperbarui 14 Agustus 2025, 18:59 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Launching Gerakan Pangan Murah Polri dan Bulog di Lapangan Bulog Kanwil Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Kamis (14/8/2025).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas inisiatif mereka menggelar Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, langkah tersebut memiliki peran signifikan dalam menjaga stabilitas harga komoditas dan mengendalikan inflasi.

Pernyataan itu disampaikan Mendagri kepada awak media usai menghadiri Launching Gerakan Pangan Murah yang digagas Polri dan Bulog di Lapangan Bulog Kanwil Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, pada Kamis (14/8/2025).

Tito menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama ini bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), TNI-Polri, dan berbagai pihak terkait untuk menekan inflasi agar berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Angka tersebut dinilai aman bagi produsen maupun konsumen. Berdasarkan rilis BPS, inflasi Juli 2025 secara year on year (YoY) tercatat sebesar 2,37 persen.

“Angka ini masuk dalam target, artinya seimbang. Menyenangkan produsen, petani, nelayan, pabrik-pabrik, karena mereka ongkos operasionalnya tertutup, dapat untung,” ujar Mendagri.

Di sisi lain, konsumen juga merasakan kemudahan karena masih dapat menjangkau harga bahan pokok yang relatif stabil. Kendati begitu, secara rinci, Mendagri menyebut ada beberapa komponen yang memberi andil terhadap angka inflasi di bulan Juli, yakni sektor makanan, minuman, dan bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Launching Gerakan Pangan Murah Polri dan Bulog di Lapangan Bulog Kanwil Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Kamis (14/8/2025).

Selain itu, untuk komoditas pangan yang turut memberikan andil terhadap inflasi yakni bawang merah, bawang putih, cabai, dan beras. Berbeda dengan komoditas tersebut, keberadaan beras dinilai sentral lantaran menjadi makanan utama sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, harga beras di sejumlah tempat terlihat mulai mengalami kenaikan.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk melakukan stabilisasi harga beras melalui yang ditugaskan paling utama adalah Bulog yang memiliki stok itu lebih kurang hampir empat juta ton dari hasil panen kemarin,” imbuhnya.

Adapun sebagian stok tersebut telah mulai dikucurkan hingga sampai ke masyarakat melalui berbagai mekanisme. Ada yang dengan cara komersial, gerakan pasar murah, hingga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kemudian ada pula penyaluran melalui pasar rakyat, kebijakan pemerintah daerah (Pemda), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, serta instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengapresiasi langkah Perum Bulog dan Polri yang menggelar Gerakan Pangan Murah. Upaya tersebut dinilai efektif lantaran Polri memiliki jejaring yang sistematis hingga ke daerah.

“Sehingga sangat mudah untuk komandonya melalui gerakan-gerakan [pangan murah],” tandasnya.

Untuk diketahui, pada acara tersebut, Mendagri sempat berdialog secara virtual dengan Kapolda Kalimantan Barat mengenai upaya pengendalian harga pangan. Setelah itu, Mendagri bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyerahkan bantuan bahan pokok kepada perwakilan masyarakat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya