Liputan6.com, Jakarta Musim 2025/2026 menjadi musim ke-131 dalam sejarah Manchester City dan musim ke-24 berturut-turut mereka di kasta tertinggi Liga Inggris.
Musim ini terasa berbeda karena untuk pertama kalinya sejak 2014/2015, The Citizens tampil tanpa Kevin De Bruyne yang hengkang usai kontraknya habis.
Advertisement
Selain itu, ini juga musim pertama sejak 2020/2021 di mana City memulai Liga Inggris bukan sebagai juara bertahan.
Di tengah transisi tersebut, City juga berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang telah diperbarui formatnya. Turnamen ini berlangsung di sela-sela musim 2024/2025 dan 2025/2026, sehingga menjadi bagian penting dari agenda awal musim mereka.
Banyak pihak menilai skuad City perlu perombakan besar demi tetap bersaing di level tertinggi. Proses pembenahan sudah dimulai sejak bursa transfer Januari sebelumnya, namun musim panas ini fokus diarahkan ke lini tengah, bek sayap, serta potensi perombakan di posisi bek tengah untuk mengurangi ketergantungan pada pemain yang menua atau rawan cedera.
Dalam rentang 9 hingga 11 Juni 2025, City merampungkan transfer Rayan Aït-Nouri (Wolverhampton), Tijjani Reijnders (Milan), Rayan Cherki (Lyon), dan kiper cadangan Marcus Bettinelli (Chelsea) dengan total biaya sekitar £112 juta. Seluruh rekrutan tersebut langsung bergabung untuk membela klub di Piala Dunia Antarklub.
Usai turnamen tersebut, City juga memulangkan kiper James Trafford dari Burnley dengan mahar £31 juta. Trafford sebelumnya merupakan jebolan akademi Manchester City, sehingga kedatangannya menjadi bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad di musim ini.
Pelatih: Josep Guardiola
Musim lalu menjadi periode yang pahit bagi Manchester City. Ambisi mempertahankan gelar Premier League pupus setelah Liverpool tampil lebih konsisten dan merebut trofi. Rasa kecewa semakin dalam karena City juga gagal di final FA Cup dan Carabao Cup, serta tersingkir dari Liga Champions.
Pep Guardiola tak menutup mata atas rapuhnya performa timnya. Ia secara blak-blakan mengakui musim lalu jauh dari kata memuaskan, baik dari segi konsistensi maupun hasil akhir. Namun, sang pelatih menegaskan kekalahan itu menjadi pelajaran berharga untuk bangkit.