UEFA Super Cup: Ujian Berat Tottenham Menghadapi Lawan Terkuat di Eropa

Tottenham akan menghadapi ujian berat saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di ajang UEFA Super Cup 2025.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 13 Agustus 2025, 13:29 WIB
Pemain Tottenham Hotspur, Micky van de Ven menyapu bola untuk melakukan penyelamatan di depan gawang timnya dalam laga final Liga Europa 2024/2025 melawan Manchester United di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/05/2025) dini hari WIB. (AFP/Josep Lago)

Liputan6.com, Jakarta Tottenham akan menghadapi ujian berat saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di ajang UEFA Super Cup 2025. Laga ini akan berlangsung di Stadio Friuli, Udine, Italia, pada Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 02.00 WIB.

Kedua tim sama-sama mengincar gelar Piala Super Eropa pertama mereka. Dengan status PSG sebagai treble winners musim lalu, atmosfer pertandingan dipastikan panas sejak awal.

Pelatih Tottenham, Thomas Frank, menganggap laga ini sebagai kesempatan spesial untuk timnya. “Kami bermain di final, ini fantastis. Semoga kami bisa memanfaatkan pengalaman dari final terakhir melawan Manchester United,” ujarnya.


PSG: Lawan Terkuat di Eropa

Khvicha Kvaratskhelia (tengah kanan) bersama para pemain PSG merayakan gol keempat timnya ke gawang Inter Milan dalam laga final Liga Champions 2024/2025 di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/DPA/Robert Michael)

Frank tak ragu menempatkan PSG di posisi teratas sepak bola Eropa saat ini. “Paris adalah tim terbaik di Eropa. Mereka memenangkan treble dan terlihat sangat kuat di semua 11 posisi starter,” katanya.

Ia melihat pertemuan ini bukan sekadar ujian, tapi duel dua tim hebat. “Kami tidak melihatnya sebagai tes, tetapi sebagai pertandingan dua tim bagus yang ingin saling mengalahkan, dan kami ingin menang,” tegasnya.


Start Musim yang Menantang

Ekspresi kesakitan pemain Tottenham Hotspur, Micky van de Ven saat terjatuh setelah menyapu bola untuk melakukan penyelamatan di depan gawang timnya dalam laga final Liga Europa 2024/2025 melawan Manchester United di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/05/2025) dini hari WIB. (AFP/Josep Lago)

Bek Tottenham, Micky van de Ven, menyadari laga ini akan menjadi awal musim yang berat. “Ini adalah pertandingan besar dan sangat menyenangkan kami bisa memainkannya,” ucapnya sambil mengakui kekuatan lawan.

“Paris adalah lawan yang sangat kuat dan mereka benar-benar sudah membuktikannya dalam beberapa bulan terakhir,” lanjutnya. Baginya, ini akan menjadi tolok ukur seberapa siap Spurs di awal musim.


Kenangan dari Final Liga Champions

Pemain muda PSG, Desire Doue, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inter Milan pada final Liga Champions 2024/2025 di Stadion Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (Sven Hoppe/dpa via AP)

Van de Ven mengaku sempat menonton final Liga Champions yang dimenangkan PSG. “Ini adalah cara yang indah untuk memulai musim. Saat menonton final Liga Champions, saya hanya ingin menikmati pertandingan. Bukan seperti ‘oke, siapa pun yang menang akan menjadi lawan kami.’ Namun, setelahnya, Anda mulai berpikir bahwa ini akan menjadi laga yang berat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti performa PSG yang impresif saat menundukkan Inter Milan di final. “Apalagi ketika melihat bagaimana mereka bermain melawan Inter,” tambahnya.


Laga Tanpa Tambahan Waktu

Pelatih kepala Brentford asal Denmark, Thomas Frank, tiba sebelum pertandingan Liga Primer Inggris antara Nottingham Forest dan Brentford di The City Ground di Nottingham, Inggris bagian tengah, pada 1 Mei 2025. (Darren Staples/AFP)

Aturan di Piala Super Eropa kali ini cukup tegas soal durasi laga. Jika skor imbang di waktu normal, duel akan langsung dilanjutkan ke adu penalti.

Artinya, setiap peluang emas harus dimanfaatkan dengan maksimal sebelum 90 menit berakhir. Kedua tim pun diprediksi akan tampil agresif sejak menit pertama.

Sumber: UEFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya