Gunakan Metode Airdrop, Indonesia Kirim 800 Ton Bantuan Logistik ke Gaza

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 13 Agustus 2025, 12:50 WIB
Lewat Jalur Udara, Indonesia Kirim 800 Ton Bantuan Logistik ke Gaza
Indonesia mengirim 800 ton bantuan logistik untuk warga Gaza lewat misi airdrop atau melalui jalur udara dengan menggunakan parasut. Dua pesawat Super Hercules C-130J dikerahkan untuk mengirimkan bantuan logistik bagi warga di Jalur Gaza, Palestina. Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Bantuan logistik yang disiapkan mencapai 800 ton, berupa makanan hingga selimut, yang akan dijatuhkan melalui metode Low Cost Low Altitude (LCLA) airdrop. Metode ini memungkinkan bantuan dijatuhkan dari ketinggian rendah dengan biaya efisien sekaligus menjaga keamanan distribusi di wilayah konflik.
Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) memeriksa tali pengikat bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza di dalam pesawat Hercules C-130 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 13 Agustus 2025. (BAY ISMOYO/AFP)
Indonesia mengirim 800 ton bantuan logistik untuk warga Gaza lewat misi airdrop atau melalui jalur udara dengan menggunakan parasut. (BAY ISMOYO/AFP)
Dua pesawat Super Hercules C-130J dikerahkan untuk mengirimkan bantuan logistik bagi warga di Jalur Gaza, Palestina. (BAY ISMOYO/AFP)
Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (BAY ISMOYO/AFP)
Bantuan logistik yang disiapkan mencapai 800 ton, berupa makanan hingga selimut, yang akan dijatuhkan melalui metode Low Cost Low Altitude (LCLA) airdrop. (BAY ISMOYO/AFP)
Metode low cost low altitude (LCLA) airdrop memungkinkan bantuan dijatuhkan dari ketinggian rendah dengan biaya efisien sekaligus menjaga keamanan distribusi di wilayah konflik. (BAY ISMOYO/AFP)
Ada 66 personel TNI yang dikerahkan untuk membantu proses pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Gaza tersebut. (BAY ISMOYO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya