Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan masyarakat yang menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI di Halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2025, tak diwajibkan memakai pakaian adat daerah. Menurut dia, hanya undangan resmi yang diimbau untuk memakai pakaian adat.
"Kalau untuk undangan resmi memang ada kita harapkan menggunakan pakaian adat, tetapi kalau untuk masyarakat ya kita tidak mewajibkan untuk menggunakan pakaian tertentu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Advertisement
Dia menuturkan pemerintah lebih mementingkan semangat masyarakat merayakan HUT ke-80 RI saat hadir di Istana Merdeka. Prasetyo menyebut masyarakat cukup memakai baju bernuansa merah putih saat hadir di Istana Merdeka.
"Yang penting semangatnya. Nuansanya kalau memang di rumah punya baju warna merah atau ada nuansa merah-putihnya berkenan dipakai itu Alhamdulillah," ujarnya.
Saat ditanya soal baju adat yang dipakai Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-80 RI, Prasetyo masih merasa merahasiakan. Dia meminta masyarakat menunggu pada 17 Agustus 2025.
"Jangan dong jangan diinfokan, nanti gak surprise lagi," tutur Prasetyo.
Presiden Prabowo Bakal Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka HUT ke-80 RI
Presiden Prabowo Subianto akan mengukuhkan 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI di Halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2025.
Adapun, pengukuhan akan dilakukan pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, 76 anggota Paskibraka akan dikukuhkan sebelum gladi bersih upacara HUT ke-80 RI pada Kamis, 14 Agustus 2025.
"Sebelum, sebelum Gladi (dikukuhkan). Rencana tanggal 13 (Agustus)," kata Prasetyo usai meninjau gladi kotor persiapan upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Diketahui, anggota Paskibraka, pasukan upacara, hingga para pengisi acara HUT ke-80 RI telah melakukan gladi kotor di Istana Merdeka.
Prasetyo mengatakan gladi kotor ini dilakukan agar mereka dapat beradaptasi dengan lokasi upacara di halaman Istana Merdeka.
"Alhamdulillah juga suasananya syahdu. Tadi mendung, kemudian turun hujan, tapi lanjut terus. Kita ingin memberikan yang terbaik pada peringatan HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia yang akan datang," jelasnya.
Masih Banyak yang Diperbaiki
Prosesi gladi kotor diawali dengan kirab bendera merah putih dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka hingga kenaikan bendera. Prasetyo mengakui bahwa masih ada hal yang dievaluasi dan diperbaiki dari gladi kotor upacara HUT ke-80 RI.
"Memang ya namanya masih gladi kotor, jadi belum sempurna. Sambil kita juga coba mengevaluasi mana yang sekiranya perlu kita perbaiki. Itulah pentingnya kenapa kita hari ini sudah memulai untuk melakukan gladi kotor," tutur Prasetyo.
"Ada. Nanti akan kami evaluasi. Ada beberapa yang kita merasa agak kurang pas ini," sambungnya.
Di sisi lain, Prasetyo meyebut 76 anggota Paskibraka masih sedikit grogi saat latihan perdana di halaman Istana Merdeka. Kendati begitu, dia meyakini anggota Paskibraka akan tampil maksimal pada 17 Agustus 2025.
"Nah tadi kami lihat sudah sesuai dengan yang kita harapkan hanya memang mungkin ya karena baru pertama kali menginjakkan kaki di istana ya ada beberapa yang agak-agak masih grogi-grogi sih. Kalau pengalaman kami ini hanya karena belum terbiasa saja. Tapi Insya Allah dari sorot matanya adik-adik kita akan Insya Allah bisa tampil sebaik-baiknya," pungkas Prasetyo.