Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan pada Senin, 11 Agustus 2025 menjalani Cek Kesehatan Gratis. Tak sendirian, dalam momen tersebut Vero ditemani dua anak laki-lakinya, Nicholas dan Daud.
Vero menjalani CKG di faskes terdekat dari rumahnya yakni Puskesmas Penjaringan, Jakarta Utara pada pagi hari. Beragam pemeriksaan kesehatan dijalani oleh ibu tiga anak ini. Mulai dari gizi, mata, gula darah, kolesterol.
Advertisement
Mengingat usia Vero sudah di atas 40 tahun maka ia juga menjalani tes IVA dan HPV DNA untuk mendeteksi sedini mungkin kanker serviks.
"Bagi perempuan, untuk (menjalani) IVA test jangan tabu juga. Karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan," kata Veronica Tan mengutip Antara.
Ajak Masyarakat Jalani CKG
Sudah merasakan sendiri CKG, Veronica Tan pun mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ini.
"Mari masyarakat Indonesia, ayo datang ke puskesmas untuk bisa mendapatkan Cek Kesehatan Gratis.Periksakan kesehatan anda, setahun sekali. Jangan takut," kata Vero.
CKG Tak Lagi Ada Pembatasan Kuota
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman menambahkan bahwa saat ini tidak ada pembatasan lagi bagi masyarakat yang hendak melakukan CKG di puskesmas.
"CKG sekarang sudah dibuka setiap hari. Kemudian tidak ada kuota-kuota lagi. Jadi kita harapkan masyarakat segera memeriksakan kesehatannya," kata Aji Muhawarman.
Kehadiran CKG ini merupakan sebuah upaya untuk mengubah cara berpikir masyarakat ke faskes. Bila dulu saat sakit, lewat adanya CKG maka saat tidak ada keluhan kesehatan sudah memeriksakan diri.
"Mindset-nya berubah. Tidak menunggu kalau sakit baru ke puskesmas. Tapi kita melakukan deteksi penyakit sejak dini lewat CKG," kata Aji.
Tentang Cek Kesehatan Gratis
Cek Kesehatan Gratis merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini sudah berjalan pada 10 Februari 2025.
Program tersebut tersedia di puskesmas dan klinik-klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program tersebut dirancang untuk mencakup seluruh populasi di Indonesia, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.
Jenis pemeriksaan program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mekanisme yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.