Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian bayi, langkah pertama dalam hidup sudah dihadang tantangan sejak lahir. Salah satunya adalah kaki pengkor (clubfoot), kelainan bawaan yang membuat posisi kaki tidak normal. Tanpa penanganan yang tepat sejak dini, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan berjalan dan kualitas hidup seseorang di kemudian hari.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kaki pengkor merupakan kelainan bawan yang termasuk sering terjadi. Prevalensi kaki pengkor sekitar 1 kasus per 1.000 kelahiran.
Advertisement
"Kaki pengkor itu bentuk kaki dan pergelangan kaki akan menekuk ke dalam dan bawah, bisa terjadi satu atau kedua kaki," kata Budi dalam keterangan di akun Instagram terverifikasi bgsadikin ditulis Selasa, 12 Agustus 2025.
Pada orang dengan kondisi ini perlu segera dibenahi sedini mungkin agar nantinya bisa berjalan normal.
"Kalau tidak dibenahi sedari dini, pasti akan menyulitkan proses kemampuan bayi tersebut untuk berdiri, berjalan dan menjalani kehidupannya seperti manusia normal," tulis Budi.
Penanganan Kaki Pengkor
Bila seorang anak saat lahir ketahuan dengan kondisi kaki pengkor maka dokter akan melakukan serangkaian terapi untuk membantu agar nantinya kaki bisa berjalan normal seperti orang lain.
Pada kasus kaki pengkor yang telah diketahui sejak bayi, maka dokter spesialis ortopedi akan melakukan serial gips. Ini adalah teknik penanganan kaki pengkor yang melibatkan pemasangan serangkaian gips secara bertahap untuk mengoreksi posisi kaki. Gips diganti secara berkala, biasanya setiap minggu, untuk secara bertahap meluruskan kaki ke posisi yang benar.
Sesudah itu dipakaikan sepatu khusus Dennis Brown Splint selama 3-4 tahun untuk memperbaiki kaki pengkor. Sayangnya, sepatu tersebut termasuk mahal. Namun, kabar baiknya Bengkel Ortotik Prostetik RSO Soeharso Surakarta bisa memproduksi sepatu jenis Dennis Brown Splint.
"100% produksi lokal dan sifatnya customized ukuran dan sudut kemiringan kaki pengkornya. Apabaila ditangani sedini mungkin, akan melalui beberapa tahapan pergantian sepatu untuk mengkoreksi kemiringan sampai akhirnya bisa perlahan menjadi normal," kata Budi.