Liputan6.com, Jakarta -- Smartphone tak dapat dipungkiri sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, khususnya HP Android dengan banyak penggemarnya. Namun, padatnya rutinitas dan aktivitas terkadang membuat orang lupa untuk merawat perangkat yang satu ini.
Mengutip Android Police, Senin (18/8/2025), terdapat beberapa cara untuk membuat ponselmu lebih tahan dan awet lebih lama, sehinggan kamu tak perlu keluar ongkos lebih banyak untuk memperbaiki atau mengganti dengan keluaran terbaru.
Advertisement
Berikit tujuh settingan yang cocok untuk penggunaan sehari-hari biar ponsel lebih awet dan aman dari hacker, di antaranya:
- Aktifkan Mode Gelap (Dark Mode). Dengan menggunakan mode gelap, terutama pada ponsel dengan layar AMOLED, langkah ini dapat secara signifikan menghemat daya baterai. Hal ini disebabkan oleh banyaknya piksel hitam yang muncul pada layar AMOLED, sehingga membuat penggunaan daya lebih hemat karena setiap dot tidak perlu aktif.
- Menurunkan Tingkat Kecerahan Layar. Tingkat kecerahan yang tinggi adalah salah satu 'oknum' penguras baterai. Dengan mengaktifkan kecerahan adaptif (adaptive brightness) ponsel dapat menyesuaikan kecerahan secara otomatis, membuat daya yang digunakan menjadi lebih kecil.
- Menggunakan Fitur Kesehatan Baterai. Sekarang ini, banyak ponsel Android modern memiliki fitur yang dirancang untuk memperpanjang umur baterai, seperti "Protect battery" pada perangkat Samsung. Fitur ini dibuat dengan tujuan membatasi pengisian daya hingga 85%, sehingga tidak membuat baterai overload dengan masukan muatan daya.
- Membatasi Akses Lokasi dan Izin Aplikasi. Aplikasi pihak ketiga banyak yang meminta akses lokasi terhadap hal tidak diperlukan. Membatasi akses menjadi "Saat aplikasi digunakan" (While using the app) dapat mencegah pelacakan dan aktivitas latar belakang yang tidak diinginkan.
- Matikan Aplikasi yang berjalan di Latar Belakang. Beberapa aplikasi di desain untuk terus berjalan di latar belakang bahkan saat tidak digunakan, dengan membatasi aktivitas latar belakang aplikasi, kamu dapat menghemat konsumsi daya baterai karena hardware tidak bekerja terlalu keras untuk menjalankan sistem.
- Mematikan Always-On Display (AOD). Fitur inovatif ini memang membuat sebagian besar pengguna merasa nyaman karena menampilkan bannyak informasi seperti jam dan notifikasi saat layar mati. Namun perlu diketahui, fitur AOD dapat memakan penggunaan baterai yang banyak, terlebih ketika kamu mengaktifkannya sepanjang hari.
- Malakukan Pembaruan Perangkat Lunak Secara Rutin. Pembaruan perangkat lunak sering disepelekan, padahal dengan memperbarui sistem operasi dan patch keamanan, kamu dapat melindungi ponsel dari ancaman hacker yang dapat memperlambat perangkat.
6 Tips Meningkatkan Performa PC Ataupun Laptop
Selain memperhatikan maintenance dari ponsel, kamu juga harus melakukan pemeliharaan terhadap perangkat komputer atau pun laptop.
Berikut beberapa tips meningkatkan performa PC/Laptop:
1. Pilih RAM berkapasitas besar (Bisa untuk PC/Laptop)
Sebenarnya, PC dan Laptop pada umumnya tidak memerlukan RAM besar sampai 64GB ke atas. Jika RAM yang kamu miliki sudah berkapasitas 32GB secara total, hal ini sudah cukup mengingat terbatasnya anggaran.
2. Perhatikan jenis dan generasi RAM
Hal ini cukup krusial untuk diperhatikan karena setiap motherboard keluaran tahun tertentu memiliki jenis dan generasi yang berbeda.
Jika motherboard hanya mendukung pemasangan RAM DDR4, jangan pernah coba-coba untuk memakai DDR5.
3. Jangan lupakan kecepatan RAM
Komponen ini sendiri memang berfungsi untuk menunjang aktivitas multitasking. Oleh karena itu, cobalah mencari komponen dengan kecepatan maksimal yang didukung motherboard. Kecepatan di luar batas dukungan akan diturunkan
4. Pertimbangkan untuk membeli SSD (Bisa untuk PC/Laptop)
Peningkatan teknologi penyimpanan data dari HDD ke SSD akan sangat terasa bagi pengguna PC keluaran lama.
SSD menggunakan teknologi yang sama dengan RAM, hal ini membuat proses perpindahan dan penyimpanan data lebih cepat serta efisien, mempersingkat booting saat menghidupkan PC ataupun Laptop.
5. Pertimbangkan untuk meningkatkan CPU (Hanya bisa untuk PC)
Penggunaan seri CPU tinggi yang didukung oleh motherboard akan membuat performa meningkat. Karena CPU adalah komponen utama dalam mengatur kinerja PC, proses penggantiannya akan lebih sulit ketimbang RAM atau SSD.
6. Ganti sistem pendinginan PC (Bisa untuk PC/Laptop)
Thermal throttling akan sering terjadi apabila suhu CPU maupun GPU mengalami kenaikan drastis hingga 100° Celcius. Maka dari itu, belilah kipas pendingin dan pasta thermal untuk menurunkan suhu agar komponen di dalam PC ataupun Laptop tetap awet.
Cara Melakukan Upgrade Windows
Selain melakukan peningkatan pada perangkat keras, kamu juga bisa melakukan pembaruan pada perangkat lunak dengan memperbarui windows.
Untuk melakukan pembaruan versi windows kamu dapat melakukan peningkatan gratis ke Windows 11, kunjungi Windows.com untuk mengunduh aplikasi PC Health Check.
Jika kamu membeli laptop atau PC baru saat ini, kemungkinan besar komputer itu telah memenuhi syarat untuk mendapatkan upgrade gratis.
Mengutip laman resmi Microsoft, standar minimum komputer kamu harus ditopang prosesor 64 bit dengan kecepatan minimal 1GHz dan dual core, lalu RAM 4GB dan ruang penyimpanan 64GB. Sebagai perbandingan, Windows 10 cuma butuh RAM 2GB dan ruang penyimpanan 32GB.
Selain itu, layar laptop kamu minimum juga harus berukuran 9 inci dengan resolusi HD 720p.
Syarat untuk mendapat Windows 11 lainnya adalah komputer kamu harus mendukung UEFI, Secure Boot, dan Trusted Platform Module (TPM) 2.0. Juga kartu grafisnya harus kompatibel dengan antarmuka pemrograman aplikasi (API) DirectX 12 atau lebih baru dengan driver WDDM 2.0.