Keluarga Prada Lucky Minta Visum di Rumah Sakit Lain, TNI AD Beri Respons Ini

Keluarga Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD yang tewas, meminta visum ulang. TNI AD menyatakan tidak keberatan demi kepuasan keluarga dan kejelasan kasus.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Agustus 2025, 19:10 WIB
Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo saat mendampingi jenazah anaknya dari Bandara El Tari Kupang. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI AD, meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Rabu (6/8/2025). Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya.

Dalam sebuah video beredar, ayah mendiang Prada Lucky,  Sersan Mayor Christian Namo meminta agar visum anaknya dilakukan di rumah sakit lain.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Inf Wahyu Yudhayana mengaku tak masalah jika ada permintaan seperti itu.

"Kalau itu selama dari pertimbangan medis bisa dilaksanakan, kenapa tidak? Tentu ada penjelasan dari medisnya, nanti yang bisa menjawab itu dari medis. Kalau memang visum itu bisa dilaksanakan dua kali atau berpindah dari rumah sakit, saya rasa tidak ada masalah untuk mendapatkan keyakinan terkait dengan penyebab, kondisi," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).

Wahyu menuturkan, pihak keluarga bisa melakukan visum di rumah sakit lain jika memang kurang merasa puas dengan hasil yang sudah ada.

"Tapi yang penting dari sisi medis itu mungkin kan untuk dilaksanakan dua kali visum misalnya, tidak puas di rumah sakit saat ini, berpindah ke rumah sakit dan lain-lain, saya rasa dari kita silahkan saja tidak ada masalah," tutur dia.

 

Belum Tahu Hasil Visum

Namun, Wahyu belum mengetahui terkait dengan hasil visum terhadap korban tersebut.

"Saya belum monitor. Kalau masalah visumnya saya belum monitor ya. Domainnya nanti ada di tiap rumah sakit, nanti saya ikuti perkembangannya ya," jelas dia.

Memahami

Jenazah Prada Lucky disambut secara militer saat tiba di Bandara El Tari Kupang, NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)

Wahyu pun menegaskan, pihaknya memahami dengan kondisi atau emosional dari ayah korban seperti yang nampak terlihat dalam video yang sudah beredar tersebut.

Kendati demikian, dirinya serta keluarga besar Mabes TNI AD turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Prada Lucky.

"Ya itu bisa kita pahami, karena itu kan anak, tentu apa yang dirasakan oleh ayah korban, yang juga anggota kita, terus yang ada di beberapa media sosial, kita betul-betul bisa memahami kondisi itu, karena terjadi pada keluarganya, pada anaknya," kata Wahyu.

"Dan itu satu-satu juga sudah mengambil langkah-langkah berkaitan dengan kejelasan, berkaitan dengan penyampaian, tanggungjawaban dalam bentuk proses pemeriksaan tadi," pungkasnya.

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya