Rahasia Taktik Amorim: Mengapa Sesko Jadi Prioritas MU Setelah Hojlund Gagal?

Manchester United bersiap datangkan Benjamin Sesko dengan tawaran 85 juta euro. Apakah striker RB Leipzig ini jawaban atas masalah MU di lini depan? Simak analisisnya.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 08 Agustus 2025, 14:19 WIB
Manchester United are increasingly serious about their pursuit of a new striker in this summer's transfer window, with RB Leipzig's Benjamin Sesko their top target. Will Sesko end up at Old Trafford?

Liputan6.com, Jakarta Manchester United tampaknya belum puas dengan dua pembelian anyarnya, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, yang menghabiskan dana 132,5 juta pounds. Masalah utama mereka juga segera terpecahkan, Benjamin Sesko akan segera bergabung.

Rasmus Hojlund, yang dibeli dengan harga mahal musim lalu, gagal memenuhi ekspektasi. Hanya mencetak 10 gol sepanjang musim, MU dikabarkan terbuka melepasnya jika ada tawaran 30 juta pounds. Situasi ini memicu pencarian striker baru.

Benjamin Sesko kini menjadi target utama. Dan setelah melewati negosiasi alot dengan pihak RB Leipzig, MU akhirnya menyepakati transfer senilai 75 juta euro plus bonus 10 juta euro untuk membawa Sesko ke Old Trafford.

Striker asal Slovenia ini disebut lebih cocok dengan skema 3-4-3 Ruben Amorim dibandingkan Hojlund. Lantas, apa yang membuat Sesko begitu istimewa?


Kriteria Striker Ideal ala Ruben Amorim

Penyerang Leipzig asal Slovenia #30, Benjamin Sesko, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola divisi satu Bundesliga Jerman antara RB Leipzig dan Eintracht Frankfurt di Leipzig pada 15 Desember 2024. (Ronny HARTMANN/AFP)

Sistem 3-4-3 Amorim menuntut striker yang tak hanya tajam di depan gawang, tapi juga mampu menjadi pivot serangan. Viktor Gyokeres, mantan striker Sporting yang kini bermain untuk Arsenal, adalah contoh sempurna "striker model Amorim".

Striker dalam skema ini harus kuat dalam memegang bola, lihai mengkombinasikan permainan dengan dua gelandang serang, serta rajin melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan. Kemampuan fisik dan kecerdasan membaca permainan jadi kunci utama.

Sesko dinilai memenuhi beberapa kriteria tersebut. Dengan tinggi 195 cm, ia dominan dalam duel udara dan memiliki tendangan akurat dari jarak jauh. Statistiknya musim lalu menunjukkan ia lebih produktif dibanding Hojlund dalam hal jumlah tembakan dan akurasi.

Namun, ada kekurangan yang perlu diperbaiki: Konsistensi dan pengambilan keputusan. Sesko kerap egois di depan gawang, memilih menendang alih-alih memberi umpan matang. Ini jadi pekerjaan rumah Amorim jika transfer benar terjadi.


Sesko vs Hojlund, Siapa yang Lebih Unggul?

Benjamin Sesko, striker muda Slovenia berusia 20 tahun yang kini tengah menjalani musim pertama bersama RB Leipzig di Bundesliga total telah mencetak 7 gol dari 22 laga di semua ajang. Kekurangan menit bermain akibat hanya jadi pilihan kedua di RB Leipzig, membuat sang pemain diyakini akan menerima tawaran Manchester United untuk hengkang pada bursa transfer Januari 2024. MU pun harus bersaing dengan beberapa klub lain yang juga meminatinya, seperti Chelsea, Arsenal dan Newcastle United. (AFP/Ronny Hartmann)

Perbandingan statistik Hojlund dan Sesko musim lalu menunjukkan perbedaan mencolok. Hojlund hanya mencetak 4 gol di Premier League dari 52 penampilan, sementara Sesko mencatat 14 gol di Bundesliga dengan rata-rata tembakan lebih tinggi.

Dari segi fisik, keduanya sama-sama atletis, tetapi Sesko unggul dalam kemampuan mencetak gol dari luar kotak penalti. Hojlund lebih mengandalkan pergerakan di belakang pertahanan, tapi seringkali kurang presisi dalam penyelesaian akhir.

Lanjut Baca:

Namun, Hojlund masih berusia 21 tahun dan punya ruang berkembang. Jika MU mempertahankannya sebagai cadangan, ia bisa belajar dari Sesko. Persoalannya, dengan tawaran 30 juta pounds yang mungkin diterima, manajemen tampaknya lebih memilih pemain yang sudah siap berkontribusi instan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya