6 Fakta Iwan Fals Duet Isyana Sarasvati Rekam Soundtrack Film Panji Tengkorak, Merasa Tambah Muda!

Gebrakan baru disajikan legenda hidup Iwan Fals. Ia berduet dengan Isyana Sarasvati merekam lagu “Bunga Terakhir” yang dipopulerkan Romeo pada 1999.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 07 Agustus 2025, 21:00 WIB
Gebrakan baru disajikan legenda hidup Iwan Fals. Ia berduet dengan Isyana Sarasvati merekam lagu “Bunga Terakhir” yang dipopulerkan Romeo pada 1999. (Foto: Dok. Instagram @iwanfals)

Liputan6.com, Jakarta Gebrakan baru disajikan legenda hidup Iwan Fals. Ia duet dengan Isyana Sarasvati merekam “Bunga Terakhir.” “Bunga Terakhir” adalah lagu hit milik Romeo yang populer pada 1999 saat diedarkan Aquarius Musikindo.

Kini, “Bunga Terakhir” menjadi soundtrack film animasi Panji Tengkorak, yang diedarkan Falcon Pictures di bioskop. Denny Sumargo dan Aghniny Haque dipercaya sebagai voice actor utama dalam Panji Tengkorak.

“Gue merasa selalu di-support semesta. Bahkan untuk film Panji Tengkorak, jujur dua tahun lalu kami memulai proses pembuatan. Karena proses animasinya paling lama lalu mengisi suara dan lain-lain sampai akhirnya kami mix semuanya,” kata Denny Sumargo.

Sementara itu, bagi Isyana Sarasvati, ini bukan kali pertama mengisi soundtrack. Ia pernah merekam lagu “Masih Berharap” karya Yovie Widianto untuk soundtrack film Ayat-ayat Cinta 2. Namun, ini kali pertama Isyana Sarasvati duet untuk soundtrack.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 fakta Iwan Fals duet dengan Isyana Sarasvati untuk sountrack film Panji Tengkorak. Pelantun “Aku Bukan Pilihan” itu seketika merasa tambah muda. Selamat menyimak.

 


1. DNA dan Intellectual Property

Film animasi Panji Tengkorak. (Foto: Dok. Falcon Pictures)

Produser Falcon Pictures, Frederica, menguak setidaknya dua alasan memboyong Iwan Fals dan Isyana Sarasbvati ke studio rekaman. Padahal kalau dipikir-pikir, Indonesia tidak kekurangan bakat muda dengan kualitas suara jempolan.

“Menurut kami, ini DNA dan intellectual property-nya Indonesia. Panji Tengkorak komik klasik yang sangat kita cintai dan perlu dilestarikan. Pemilihannya juga, kami ingin seorang yang bisa mempresentasikan DNA Indonesia ini,” kata Erica, demikian ia disapa.

 


2. Lirik Mempresentasikan Cerita

Produser Falcon Pictures, Frederica, menjadi salah satu panelis dalam segmen diskusi Asia OTT Conference Session: Asian Local OTT Business Strategies. (Foto: Dok. Instagram @er1ca)

Dalam konferensi pers yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025), Erica tak henti bersyukur bisa menyatukan dua ikon musik dari dua generasi. Ada banyak lagu lawas Indonesia yang jadi hit besar bahkan mewakili sebuah era, mengapa harus “Bunga Terakhir”?

“Mengapa memilih ‘Bunga Terakhir’? Karena secara lirik mempresentasikan cerita Panji Tengkorak sendiri yang secara cerita dia memilih ilmu hitam karena kehilangan cinta sejatinya,” ujar produser film Miracle In Cell No. 7.

 


3. Isyana Merasa CV-nya Bertambah

Isyana Sarasvati. (Foto: Dok. Instagram @iwanfals)

Tak semua penyanyi berkesempatan sepanggung atau rekaman lagu bareng Iwan Fals. Sadar akan hal itu, Isyana Sarasvati merasa terhormat. Pelantun “Tetap Dalam Jiwa” sudah berkali duet dengan Iwan Fals di atas panggung. Namun rekaman selalu punya cerita sendiri.

Lanjut Baca:

“Yes, karena beberapa kali kami pernah duet bareng tapi belum pernah mengisi soundtrack bareng. Jadi, ini kesempatan yang tidak mungkin aku tolak. Kapan lagi bisa membuat soundtrack dengan living legend Iwan Fals? CV-ku bertambah!” seru Isyana Sarasvati.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya