QRIS Bisa Dipakai di Jepang pada Agustus 2025, China Akhir Tahun

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan, jemaah umrah akan bisa menggunakan QRIS di Arab Saudi.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 07 Agustus 2025, 12:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Metode pembayaran dengan QR Indonesia Standard (QRIS) segera bisa digunakan di Jepang, China, dan Arab Saudi. Paling dekat, QRIS bisa digunakan di Jepang mulai 18 Agustus 2025 ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan setelah Jepang akan menyusul konektivitas pembayaran QRIS ke China. Hal itu diharapkan bisa efektif akhir tahun 2025 ini.

"InsyaaAllah tengah tahun ini QRIS kita bisa diterima di Jepang, insyaaAllah akhir tahun ini QRIS kita bisa connect dengan QR-nya China, Tiongkok," kata Perry dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2025, di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Seperti diketahui, ini merupakan perluasan akses pembayaran QRIS lintas batas. Sebelumnya, QRIS sudah bisa digunakan di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Perry menyampaikan dalam waktu dekat pun jemaah umrah akan bisa menggunakan QRIS di Arab Saudi. Nantinya, akan disambungkan dengan kartu indentitas yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi, kartu nusuk.

"QR kita juga akan kita gunakan untuk para jemaah umrah dengan kartu Nusuk, Nusuknya tidak hanya untuk umroh, Nusuknya bisa pakai QRIS, pakai e-wallet, bisa juga beli (barang)," tuturnya.

 

QRIS ke Jepang

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengungkapkan bahwa perhitungan batasan Rp 100.000 ini sudah dihitung dengan data yang dikumpulkan BI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Jakarta Bank Indonesia resmi mengumumkan bahwa mulai 17 Agustus 2025, sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) akan bisa digunakan di Jepang.

Hal ini diumumkan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam dalam konferensi pers KSSK yang digelar di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (28/7/2025).

Dia menuturkan, tepat 17 Agustus bertepatan dengan hari peringatan kemerdekaan Indonesia akan menjadi momentum dimulainya akseptasi QRIS di Jepang, meskipun realisasi penuh berlaku sehari setelahnya pada 18 Agustus 2025.

"Untuk memperluas akseptasi digital kami telah sampaikan, insyallah mulai 17 Agustus, karena 17 Agustus hari minggu, jadi efektifnya 18 Agustus bahwa QRIS bisa dipakai di Jepang," kata Perry.

 

Belanja Pakai QRIS

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Perry menjelaskan, uji coba sistem ini sudah dilakukan sebelumnya. Implementasi QRIS di Jepang ditargetkan untuk memfasilitasi para wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negeri Sakura. 

Dengan sistem ini, pengguna bisa langsung bertransaksi di merchant Jepang menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia.

"Kami sudah uji coba, sehingga dengan dukungan bersama insyallah mulai 17 Agustus dan realisasinya 18 Agustus outbond bagi kita yang ke Jepang bisa menggunakan QRIS dan bisa melakukan pembelian di sana," ujar dia. 

Ekspansi ke China-India

Tak hanya Jepang, Bank Indonesia juga tengah mempersiapkan konektivitas QRIS ke sejumlah negara mitra lainnya, yakni Tiongkok, Arab Saudi, dan India.

Perry menyebut proses ini akan dimulai melalui uji coba terlebih dahulu. Setelah proses pengujian dianggap berhasil, implementasi penuh akan segera dilakukan.

"Untuk penyambungan atau interkoneksi dengan Tiongkok kami terus melakukan pendalaman dan kami akan mulai uji coba dulu sebelum nanti kemudian bisa diimplementasikan. Demikian juga dengan Saudi Arabia dan India," ujarnya.

 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya