Cegah Situasi Memburuk, Otoritas Gaza Minta Bantuan via Udara Disetop

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 07 Agustus 2025, 12:10 WIB
Cegah Situasi Memburuk, Otoritas Gaza Minta Bantuan via Udara Disetop
Otoritas Kementerian Dalam Negeri Gaza mendesak dihentikannya penerjunan bantuan kemanusiaan via udara. Mereka menilai penerjunan bantuan kemanusiaan via udara dapat memperburuk situasi di Jalur Gaza dan menimbulkan korban jiwa baru. Pengiriman bantuan lewat udara membuat warga Gaza berdesakan dan saling berebut. Sementara itu, ratusan ton bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania, berhasil dijatuhkan ke Gaza lewat puluhan misi udara. Hingga akhir Juli 2025, total bantuan yang telah dijatuhkan melalui udara tercatat mencapai lebih dari 1.200 ton. Jenis bantuan yang telah dijatuhkan melalui udara meliputi makanan siap saji, paket gizi untuk anak-anak, obat-obatan dasar, serta air bersih dalam kemasan khusus.
Warga Palestina bergegas menuju lokasi pendaratan paket bantuan yang diterjunkan di wilayah Nuseirat, Jalur Gaza tengah, saat penerjunan bantuan dari udara di atas wilayah Palestina yang dikepung Israel pada 6 Agustus 2025. (Eyad BABA/AFP)
Otoritas Kementerian Dalam Negeri Gaza mendesak dihentikannya penerjunan bantuan kemanusiaan via udara. (Eyad BABA/AFP)
Mereka menilai penerjunan bantuan kemanusiaan via udara dapat memperburuk situasi di Jalur Gaza dan menimbulkan korban jiwa baru. (Eyad BABA/AFP)
Pengiriman bantuan lewat udara membuat warga Gaza berdesakan dan saling berebut. (Eyad BABA/AFP)
Sementara itu, ratusan ton bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania, berhasil dijatuhkan ke Gaza lewat puluhan misi udara. (Eyad BABA/AFP)
Hingga akhir Juli 2025, total bantuan yang telah dijatuhkan melalui udara tercatat mencapai lebih dari 1.200 ton. (Eyad BABA/AFP)
Jenis bantuan yang telah dijatuhkan melalui udara meliputi makanan siap saji, paket gizi untuk anak-anak, obat-obatan dasar, serta air bersih dalam kemasan khusus. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya