Luka Modric di AC Milan: Pengalaman, Kerendahan Hati, dan Sebuah Cinta Lama

Luka Modric akhirnya resmi menjadi bagian dari AC Milan. Gelandang asal Kroasia itu datang dengan semangat baru, membawa jejak karier yang penuh pencapaian bersama Real Madrid.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 06 Agustus 2025, 13:41 WIB
Gelandang asal Kroasia milik AC Milan, Luka Modric (tengah kanan), memegang jersey tim saat bertemu dengan para penggemar di Milan, Italia, Senin, 4 Agustus 2025. (Marco Ottico/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Luka Modric akhirnya resmi menjadi bagian dari AC Milan. Gelandang asal Kroasia itu datang dengan semangat baru, membawa jejak karier yang penuh pencapaian bersama Real Madrid.

Modric menuntaskan perjalanannya di Madrid lewat partisipasi di FIFA Club World Cup. Setelah menandatangani kontrak dan menjalani tes medis, ia sempat berlibur sebelum bergabung dengan Rossoneri.

Kini, Milan menjadi rumah baru bagi Modric yang telah lama mengagumi klub tersebut. Ia membawa harapan, visi, dan sikap rendah hati untuk membantu Milan kembali bersaing di level tertinggi.


Kembali ke Cinta Lama

Luka Modric, pemain anyar AC Milan yang didatangkan jelang musim 2025/26 dari Real Madrid. (Dok. acmilan.com)

Modric mengaku selalu punya tempat spesial untuk Milan sejak kecil. “Saya tumbuh dengan menonton sepak bola Italia dan Milan adalah tim favorit saya di Italia. Idola saya, Boban, bermain di sana dan sangat sukses di sana. Saya selalu punya rasa sayang khusus pada warna Rossoneri,” ujarnya, dikutip Sempre Milan.

Ia pun tak menyembunyikan kegembiraannya bergabung dengan klub impian masa kecilnya. “Saya baru saja mengucapkan perpisahan emosional dengan Real Madrid dan Anda bisa tersentuh di usia berapa pun,” ucapnya.


Misi Modric di Milan

Gelandang asal Kroasia milik AC Milan, Luka Modric, melambaikan tangan kepada para penggemar di Milan, Italia, Senin, 4 Agustus 2025. (Marco Ottico/LaPresse via AP)

Modric datang bukan untuk sekadar menutup karier, melainkan membawa ambisi besar. “Target minimum adalah lolos ke Liga Champions, tapi Milan harus berjuang untuk meraih trofi. Itu tujuan saya dan harus menjadi tujuan semua orang di Milan,” katanya.

Meski penuh ambisi, Modric menekankan pentingnya kerendahan hati. “Kami tidak bisa puas dengan musim yang medioker atau dengan hanya lolos ke Liga Champions. Visi saya untuk Milan, kami juga harus rendah hati, bekerja keras untuk membawa tim ini kembali ke level tertinggi,” jelasnya.


Tantangan Baru di Serie A

Gelandang asal Kroasia milik AC Milan, Luka Modric (atas kanan), melambaikan tangan kepada para penggemar di Milan, Italia, Senin, 4 Agustus 2025. (Marco Ottico/LaPresse via AP)

Ia sadar bahwa Serie A menuntut adaptasi berbeda dari La Liga. “Secara taktik, tim-tim di sini sangat terorganisir. Ini membuatnya berbeda dari La Liga. Saya harus cepat beradaptasi dengan cara bermain di Italia,” ujarnya.

Namun, Modric optimistis bisa menghadapi tantangan itu dengan modal pengalaman. “Saya akan bekerja keras, memberikan segalanya seperti yang saya lakukan di klub lain. Saya tahu ada banyak ekspektasi, tapi saya siap untuk tantangan ini,” tegasnya.


Menjadi Modric yang Sederhana

Luka Modric bakal gunakan nomor punggung 14 di AC Milan. (AC Milan)

Di balik nama besarnya, Modric tetap melihat dirinya sebagai sosok biasa. Ketika ditanya tentang apa yang bisa ia berikan selain passion, ia menjawab, “Kerendahan hati, etos kerja, dan kesederhanaan saya. Fakta bahwa saya hanyalah Luka Modric. Saya tidak melihat diri saya sebagai orang istimewa; saya orang biasa yang mencintai sepak bola,” ungkapnya.

Baginya, kesempatan bermain untuk Milan adalah anugerah tersendiri. “Saya bersyukur atas kesempatan ini. Saya sangat bersemangat dan saya berharap semuanya berjalan seperti yang saya harapkan,” ujar Modric.

Sumber: Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya