Noa Lang di Napoli: Penerus Kvaratskhelia atau Sekadar Angin Lalu?

Napoli membuka lembaran baru bersama Noa Lang, winger asal Belanda yang dikenal skillful dan memiliki kreativitas dalam menyerang. Kehadiran Lang membawa harapan besar, terlebih setelah ditinggal Khvicha Kvaratskhelia ke PSG.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 02 Agustus 2025, 17:28 WIB
Pemain depan Belanda Noa Lang (depan) berebut bola dengan bek Gibraltar Julian Valarino pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup G di De Kuip, Rotterdam, Selasa (12/10/2021) dini hari WIB. Menjamu Gibraltar, Belanda menang 6 gol tanpa balas. (JOHN THYS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Napoli membuka lembaran baru bersama Noa Lang, winger asal Belanda yang dikenal skillful dan memiliki kreativitas dalam menyerang. Kehadiran Lang membawa harapan besar, terlebih setelah ditinggal Khvicha Kvaratskhelia ke PSG.

Lang datang dengan rekam jejak yang menarik, yakni hattrick di debut Eredivisie bersama Ajax, jadi idola di Club Brugge, hingga mencicipi gelar dan Liga Champions bersama PSV. Kini, Serie A menantinya, dan Napoli bertanya, bisakah Lang mengisi lubang besar di sayap kiri?

Dengan mahar €25 juta plus €3 juta (sekitar Rp460 miliar), Napoli menunjukkan keyakinan pada Lang. Namun, di balik transfer ini, muncul tanda tanya. Cocokkah gaya flamboyan Lang dengan sistem keras ala Antonio Conte?


Diharapkan Jadi Penerus Kvaradona

Pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia melesatkan bola untuk mencetak gol keempat timnya ke gawang Inter Milan dalam laga final Liga Champions 2024/2025 di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Sejak Kvaratskhelia – sang “Kvaradona” – hengkang, Napoli kehilangan sumber kreativitas utama. Winger asal Georgia itu bukan sekadar pencetak assist dan gol, tapi juga ikon dalam pola serangan Partenopei.

Penggantinya? Belum ada yang benar-benar pas. David Neres, Matteo Politano, dan Nicola Zerbin lebih nyaman di sisi kanan, dan kerap dinilai kurang tajam serta inkonsisten.


Conte Butuh Winger Asli

Pelatih Napoli, Antonio Conte, merayakan keberhasilan meraih Scudetto di upacara penghargaan usai laga Serie A kontra Cagliari di Stadio Diego Armando Maradona, Sabtu, 24 Mei 2025. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Antonio Conte berusaha mengatasi krisis kreatif itu lewat peran wing-back seperti Leonardo Spinazzola. Namun, wing-back tetap bukan solusi permanen untuk lini serang.

Napoli butuh winger murni yang bisa memberi kejutan. Di sinilah Noa Lang masuk dengan atribut khasnya, yakni improvisasi, keberanian, dan kemampuan duel satu lawan satu.


Tangguh di Lapangan, Keras di Kepala

Jelang babak pertama usai, PSV Eindhoven mendapat hadiah penalti usai Thomas Partey melanggar Luuk de Jong di kotak terlarang. Noa Lang, sang eksekutor, sukses menaklukkan penjaga gawang Arsenal, David Raya. Skor 1-3 bertahan hingga babak pertama usai. (JOHN THYS/AFP)

Lang dikenal sebagai pemain yang tak gentar dan pekerja keras – terinspirasi oleh legenda Belanda, Edgar Davids. Sikap profesionalnya terlihat sejak muda, seperti diceritakan ayahnya yang sering melihat Lang lebih memilih latihan ketimbang bersantai.

Namun, mental baja itu juga bisa jadi bumerang. Di masa lalu, Lang kerap berselisih dengan pelatih karena sikapnya yang eksplosif dan terkadang arogan.


Peran Taktis yang Fleksibel

Pemain depan PSV Eindhoven asal Belanda Noa Lang (tengah) ditekel oleh gelandang Juventus asal Italia Manuel Locatelli (bawah) selama pertandingan play-off fase gugur Liga Champions UEFA leg kedua antara PSV Eindhoven dan Juventus di Stadion Philips di Eindhoven pada 19 Februari 2025.NICOLAS TUCAT / AFP

Dalam formasi 4-3-3 andalan Conte, Lang bisa bermain sebagai inverted winger di kiri. Ia bisa memotong ke dalam, menciptakan ruang, dan membongkar pertahanan dengan dribel atau umpan tajam.

Di formasi 3-4-2-1, Lang berpotensi diberi kebebasan lebih, bahkan bisa berperan sebagai false nine. Gerakannya bisa membantu Napoli menguasai bola dan mengacaukan pertahanan lawan.

Lanjut Baca:

Lang bisa ditempatkan di berbagai posisi untuk mengeksploitasi celah lawan. Misalnya, saat Giovanni Simeone dipasang di depan, Lang bisa melebar dan membuka ruang bagi Spinazzola yang overlap dari sisi kiri. Keunggulan Lang di area half-space bisa jadi senjata mematikan. Kreativitasnya memungkinkan Napoli membongkar pertahanan lewat variasi serangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya