Cek Harga BBM di SPBU Pertamina Hari Ini 1 Agustus 2025, Ada yang Turun

Harga BBM Pertamina mengalami perubahan mulai hari ini Jumat 1 Agustus 2025

oleh Septian DenyDiperbarui 01 Agustus 2025, 19:53 WIB
Petugas SPBU melayani pengendara mobil di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Battery Swapping Station SPBU Pertamina, MT. Haryono, Jakarta, Senin (7/11/2022). Sejak pemerintah resmi menaikkan harga BBM mulai dari pertalite, solar dan pertamax, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai alternatif kendaraan kembali ramai dibicarakan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Harga BBM Pertamina mengalami perubahan mulai hari ini Jumat 1 Agustus 2025. Adapun harga BBM Pertamina yang turun yaitu jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95.

Sedangkan untuk harga BBM Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami kenaikan. Sementara itu, harga BBM subsidi yaitu Pertalite tetap dipatok Rp 10.000 per liter.

Mengutip laman resmi Pertamina, Jumat (1/8/2025), harga BBM jenis Pertamax di daerah Jawa dan Bali turun menjadi Rp 12.200 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter. Sedangkan untuk harga Pertamax Turbo untuk wilayah yang sama turun menjadi Rp 13.200 per liter dari sebelumnya di harga Rp 13.500 per liter.

Untuk Pertamax Green 95 turun dari Rp 13.250 menjadi Rp 13.000 per liter. Sedangkan harga BBM Dexlite naik dari Rp 13.320 per liter menjadi Rp 13.850 per liter dan Pertamina Dex naik dari Rp 13.650 per liter menjadi Rp 14.150 per llter.

Daftar Harga BBM Pertamina  Hari Ini Jumat 1 Agustus 2025

Berikut daftar harga BBM hari ini 1 Agustus 2025 di SPBU Pertamina wilayah Jawa dan Bali

  • Pertalite Rp10.000 per liter
  • Pertamax Rp12.200 per liter
  • Pertamax Turbo Rp13.200 per liter
  • Pertamax Green 95 Rp13.000 per liter
  • Dexlite Rp13.850 per liter
  • Pertamina Dex Rp14.150 per liter

Penyesuaian harga BBM Pertamina ini untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

 

 

 

RI Setuju Impor Energi dari AS, Bahlil Ungkap Perkembangannya

Ilustrasi kilang LNG (Foto: SKK Migas)

Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati kerja sama impor energi senilai sekitar USD 15 miliar. Kerja sama tersebut mencakup pembelian atau impor minyak mentah (crude oil) dan gas petroleum cair (LPG).

Ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seusai menemui Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/7/2025).

“Kita kan sudah sepakati, bahwa kita akan belanja BBM crude dan LPG, yang harganya itu sekitar kurang lebih USD 15 miliar. Itu pasti kita akan lakukan dengan langkah-langkah memperhatikan nilai keekonomian," ujarnya.

Menurut Bahlil, pihaknya tengah mempersiapkan perangkat untuk menyusun kesepakatan harga perdagangan yang kompetitif.

Menurut Bahlil, impor LPG dari AS sejatinya sudah berjalan, namun Indonesia akan meningkatkan volumenya dalam waktu dekat sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dicapai kedua negara.

“Kalau LPG sudah terjadi, sekarang volumenya kita tingkatkan. Itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” jelasnya.

 

Impor BBM

Kargo LNG pertama dari Tangguh Train 3 kini tengah berlayar menuju fasilitas regasifikasi PLN di Arun, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (Dok SKK Migas)

Ketika ditanya lebih lanjut soal rincian volume impor BBM dan LPG, Bahlil menyebut datanya akan disampaikan kemudian.

Namun dia menegaskan, kerja sama energi dengan AS ini akan berdampak pada pengurangan ketergantungan impor dari negara lain, terutama dari kawasan Timur Tengah dan Asia.

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati kerangka kerja untuk negosiasi Perjanjian Perdagangan Timbal Balik.

Kesepakatan ini menjadi landasan bagi penghapusan hampir seluruh tarif impor Indonesia terhadap produk industri, pangan, dan pertanian asal AS.

Sebagai imbalannya, AS juga menurunkan tarif produk Indonesia menjadi 19%, dari sebelumnya 32% yang sempat ditunda penerapannya. Kerangka kerja ini diumumkan dalam pernyataan bersama Gedung Putih pada 22 Juli 2025.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya