Strategi Baru Real Madrid: Jual Pemain Muda tapi Tetap Pegang Kendali

Real Madrid mengumpulkan 25 juta euro dari penjualan pemain muda musim panas ini, tapi tetap menjaga kontrol lewat klausul pembelian kembali atau hak kepemilikan sebagian.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 31 Juli 2025, 06:55 WIB
Bek Benfica asal Spanyol #03, Alvaro Fernandez Carreras, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pada pertandingan Liga Portugal antara Vitoria Guimaraes SC dan SL Benfica di stadion Dom Afonso Henriques di Guimaraes, Portugal, pada 19 April 2025. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Di tengah sorotan besar terhadap perekrutan pemain bintang dan spekulasi seputar kepergian sejumlah nama, Real Madrid diam-diam telah menyelesaikan strategi penting lainnya. Klub asal ibu kota Spanyol ini berhasil memaksimalkan potensi pasar pemain muda mereka, menghasilkan pendapatan signifikan tanpa sepenuhnya kehilangan kendali atas masa depan para talenta tersebut.

Dalam bursa transfer musim panas ini, Madrid telah merekrut sejumlah nama besar, seperti Franco Mastantuono, Dean Huijsen, Trent Alexander-Arnold, dan Alvaro Carreras dari Benfica. Carreras sendiri dulunya merupakan produk akademi Madrid, sehingga pembeliannya kembali menjadi pelajaran penting bagi klub.

Karena itulah manajemen kini berusaha memastikan kasus serupa tak terulang. Dalam setiap transaksi keluar, Real Madrid menyisipkan klausul pembelian kembali atau mempertahankan sebagian hak atas pemain muda mereka.


Penjualan Cerdas Bernilai 25 Juta Euro

Alvaro Carreras akhirnya resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Real Madrid, Selasa (15/7/2025) malam WIB. (dok. Real Madrid)

Menurut laporan dari harian Sport, strategi baru ini telah menghasilkan pemasukan sekitar 25 juta euro. Angka tersebut berasal dari penjualan sejumlah pemain muda yang sebelumnya menghuni akademi atau tim cadangan Madrid. Namun berbeda dari biasanya, para pemain ini dijual tanpa benar-benar dilepas sepenuhnya dari pantauan klub.

Nama-nama seperti Yusi, Lorenzo Aguado, Rafael Obrador, Jacobo Ramon, Alvaro Rodriguez, dan Chema Andres termasuk dalam daftar tersebut. Meski telah resmi pindah, Madrid tetap memiliki kontrol jangka panjang terhadap mereka lewat klausul kontraktual.

Kebijakan ini mirip dengan yang diterapkan pada Nico Paz pada musim panas 2024, yang tetap dipantau meski sudah keluar dari skuad utama. Strategi ini memberi peluang bagi klub untuk memulangkan pemain bila performa mereka berkembang pesat di klub baru.


Waspadai Nama Thiago Pitarch Selanjutnya

Penyerang Brasil Real Madrid, Endrick (kiri), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekannya selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) antara Real Madrid CF dan RC Celta de Vigo di stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada Jumat (17/1/2025). (JAVIER SORIANO / AFP

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Real Madrid bukan hanya agresif dalam mendatangkan pemain papan atas, tetapi juga sangat strategis dalam mengelola aset mudanya. Klub tidak ingin kehilangan potensi yang bisa berkembang menjadi bintang masa depan, seperti yang sempat terjadi di masa lalu.

Satu nama yang kini mulai mendapat perhatian khusus adalah Thiago Pitarch. Laporan dari Marca menyebut bahwa pemain muda ini menjadi kandidat berikutnya yang akan masuk dalam skema serupa. Jika dijual, Madrid kemungkinan besar akan tetap menjaga hak kontrol atasnya.

Dengan strategi ini, Real Madrid berhasil menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek dan visi jangka panjang. Mereka tidak hanya menjaga kestabilan keuangan, tetapi juga memastikan masa depan skuad tetap berada dalam kendali klub.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya