Dari Alexander Isak hingga Viktor Gyokeres: Penyerang Tengah Masa Kini, Mesin Gol yang Banyak Dicari

Bursa transfer musim panas 2025 menjadi ajang pertarungan tim-tim papan atas Eropa untuk merekrut seorang penyerang tengah. Pos tersebut sangatlah krusial dalam menentukan kemenangan sebuah tim.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 31 Juli 2025, 13:30 WIB
Viktor Gyokeres (kiri) resmi bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim panas 2025. (Dok. Arsenal FC)

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan terhadap penyerang tengah murni semakin berkurang dalam satu dekade terakhir. Para pelatih dari berbagai tim sudah menemukan resep alternatif untuk tetap dapat berbahaya di depan gawang tanpa hadirnya sosok nomor sembilan.

Pada gelaran Euro 2012, Spanyol membuat geger dengan memainkan Cesc Fabregas, seorang gelandang serang menjadi penyerang tengah. Hasilnya, mereka mampu menjuarai turnamen tersebut dan mengukuhkan gelar major ketiga dalam 4 tahun.

Konsep tersebut kemudian dikenal di era modern sebagai “false nine,” sebuah taktik di mana penyerang tengah difungsikan sebagai pemantul bola dan bukan pencetak gol utama.

Selanjutnya, false nine semakin berkembang dan melahirkan beberapa pemain yang berhasil memainkan peran tersebut dengan baik seperti Thomas Muller, Roberto Firmino, hingga Antoine Griezmann.

Kini, saat berbagai tim sudah tahu cara mengantisipasi taktik false nine, sepak bola kembali mencari sosok nomor sembilan murni untuk meraih prestasi. Mulai dari Alexander Isak sampai Viktor Gyokeres, para mesin gol handal jadi nama panas banyak klub top Eropa untuk didatangkan.


Langkanya Striker Murni di Era Modern

Striker Manchester City, Erling Haaland merayakan gol yang ia cetak ke gawang Ipswich Town dalam laga Premier League, Sabtu (24/8/2024). (AFP/Darren Staples)

Penyerang tengah murni dengan kualitas jempolan dapat dihitung jari di era modern ini. Beberapa contoh seperti Harry Kane, Robert Lewandowski, hingga Luis Suarez adalah contoh sisa-sisa nomor 9 yang masih bertahan dalam satu dekade terakhir.

Kemudian, nama-nama baru mulai bermunculan dengan statistik tak kalah mentereng. Sebut saja Erling Haaland, Alexander Isak, hingga pencuri sensasi musim lalu, Viktor Gyokeres.

Mereka muncul dan memberikan penampilan tak seperti yang sudah-sudah. Kombinasi antara mobilitas dan keganasan mereka sangat jitu dalam membongkar kompaknya pertahanan lawan.

Atas performa mereka, banyak tim nampaknya kembali memberi panggung pada seorang striker murni. Terlebih lagi, persaingan yang semakin ketat membuat sosok pembeda diperlukan pada tiap pertandingan.


Berubahnya Peran Penyerang di Masa Kini

Pemain PSG, Ousmane Dembele, berusaha melewati kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 yang berlangsung di MetLife Stadium, Kamis (10/7) dini hari WIB. (AP Photo/Adam Hunger)

Saat ini, taktik sepak bola sangatlah dinamis dan menuntut tenaga ekstra dari para pemain. Makanya, banyak pelatih selalu meminta anak asuhnya agar bisa cepat beradaptasi dengan taktik dan mengerahkan seluruh kemampuannya.

Pada pos striker, pemain zaman sekarang tidak hanya diminta untuk dapat mencetak gol, namun juga bisa menghubungkan antar lini dan memiliki kualitas olah bola yang baik.

Lanjut Baca:

Selain itu, tidak jarang para pelatih juga meminta pemain depan untuk terus menekan lawan dan menjadi benteng lapis pertama pertahanan tim. Tentunya hal ini sangat jarang terlihat pada penyerang era sebelumnya. Jadi, penting bagi para penyerang untuk dapat memperbaiki aspek lain di luar kemampuan mereka melesatkan bola ke gawang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya