Perfect Combo AC Milan: Allegri Meramu Strategi, Modric Mengatur Irama Permainan

AC Milan tengah merajut ambisi besar dengan Luka Modric sebagai salah satu senjatanya. Kedatangan sang maestro veteran asal Kroasia adalah langkah strategis Rossoneri di bawah arahan Massimiliano Allegri.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 29 Juli 2025, 14:23 WIB
Luka Modric bakal gunakan nomor punggung 14 di AC Milan. (AC Milan)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan tengah merajut ambisi besar dengan Luka Modric sebagai salah satu senjatanya. Kedatangan sang maestro veteran asal Kroasia adalah langkah strategis Rossoneri di bawah arahan Massimiliano Allegri.

Modric memang belum bergabung dalam sesi latihan lantaran masih berlibur usai membela Real Madrid di Piala Dunia Antarklub. Namun, atmosfer optimisme sudah terasa kuat di Milanello menanti kehadiran sang pengatur irama.

Di balik transfer ini, tersimpan cerita lama. Allegri sudah lama mengagumi Modric dan kini akhirnya bisa melatihnya. Kombinasi keduanya diyakini bisa menjadi sebuah perfect combo buat Milan.


Pjanic: Modric dan Allegri? Kombinasi Hebat

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (AFP/Stefano RELLANDINI)

Mantan gelandang top Serie A, Miralem Pjanic, ikut angkat bicara soal kerja sama Allegri dan Modric. Ia menilai kepribadian keduanya akan saling melengkapi di ruang ganti maupun di lapangan.

“Max adalah yang terbaik dalam mengelola grup. Modric adalah juara. Dia membawa kualitas, pengalaman, dan ketenangan dalam permainan. Dia pemain yang dicari Allegri dan sangat dia sukai. Mereka akan hebat bersama. Kombinasi luar biasa,” kata Pjanic kepada La Gazzetta dello Sport.


Seni Bermain ala Luka Modric

Gelandang Kroasia, Luka Modric, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Italia dalam laga Grup B Euro 2024 di Leipzig Stadium, Selasa (25/6/2024) dini hari WIB. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Modric bukan hanya sekadar gelandang berpengalaman, tapi juga seniman lapangan yang mampu mengatur tempo dengan tenang. Lewat umpan cepat dan tembakan jarak jauh berteknik trivela, ia sering menjadi pembeda.

Ia juga dikenal tak mudah panik di bawah tekanan dan mampu membuka ruang untuk rekan setimnya. Modric bukan pencetak gol utama, tapi dia adalah pencipta peluang ulung yang bekerja di balik layar.


Pemain Berkelas

Luka Modric. Gelandang Kroasia berusia 36 tahun yang kini memasuki musim ke-11 membela Real Madrid ini mampu meraih Ballon d'Or pada edisi 2018 usai Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 2017/2018 dan membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Namun pada penghargaan Ballon d'Or edisi 2019 dirinya sama sekali tidak masuk dalam nominasi usai Real Madrid tak meraih satu pun gelar di musim 2018/2019. (AFP/Gabriel Bouys)

Nama Modric identik dengan kejayaan Real Madrid dan kebangkitan Kroasia di panggung dunia. Ia menyabet banyak penghargaan individu, membuktikan bahwa dirinya konsisten di level tertinggi.

Kelebihannya tak berhenti di teknik individu, tapi juga pada pemahaman taktik, pergerakan tanpa bola, dan eksekusi bola mati. Tak heran ia dijuluki “the midfield maestro” hingga “the puppet master”.


Allegri Dapatkan Pemain Idaman

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (AFP/Stefano RELLANDINI)

Allegri bukan pelatih yang menuntut banyak dari transfer, tapi ia tahu persis kualitas yang ia butuhkan. Modric, menurutnya, adalah profil yang pas untuk membangun stabilitas dan pengalaman di tengah.

Kedatangan Modric memberinya alat baru untuk mengendalikan permainan dan menyuplai lini serang.

Dengan Allegri yang meramu strategi dan Modric yang mengendalikan irama permainan, Milan sepertinya siap untuk bersaing di papan atas Serie A.

Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya