Jejak yang Hilang dalam Mengungkap Misteri Kematian Diplomat Kemlu

Kompolnas mendorong penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap penyebab kematian ADP.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 28 Juli 2025, 11:45 WIB
Indekos Diplomat Muda Kemlu Tewas Terlilit Lakban (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), inisal ADP hingga kini masih misterius. Dia tewas dengan kepala terlilit lakban di indekosnya, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap penyebab kematian ADP.

Menurut Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, pengungkapan kasus ini menjadi penting. Pertama, untuk memberikan kejelasan kepada keluarga almarhum. Kedua, untuk memenuhi hak publik atas informasi tersebut.

Dia mengatakan, Polda Metro Jaya telah menyusun kronologi kejadian secara rinci. Karena itu, dia berpendapat sebaiknya hasil penyelidikan segera diumumkan ke publik.

"Jadi sangat penting untuk segera mengumumkan hasilnya," kata dia kepada wartawan, Jumat (25/7/2024).

Lebih lanjut, Anam mengatakan, sejauh ini proses penanganan berada di jalur yang sudah semestinya. Polisi tinggal menunggu hasil autopsi.

"Saya kira kalau dalam rangka autopsi nggak akan lama oleh karenanya sesegera mungkin," ucap dia.

Jejak Digital yang Hilang

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) ditemukan tewas di dalam kamar indekos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Fakta baru juga telah diungkap Anam. Ternyata, ponsel korban turut raib. Hal ini menambah misterius kasus tersebut. Anam menyampaikan hal ini setelah mendapatkanan penjelasan dari pihak kepolisian. 

"Handphone ini memang belum ditemukan," kata Anam.

Anam menerangkan, jejak ponsel korban menjadi pekerjaan rumah (PR) polisi untuk menelusuri kematian melalui jejak digital. Sebab, kata dia, jejak digital penting untuk merekonstruksi peristiwa. Dengan begitu dapat mengungkap tabir kematian korban.

Meskipun, kata Anam, jejak digital tidak menjadi faktor penentu penyebab kematian. Sebab, penyebab kematian bisa ditentukan lewat autopsi.

"Tapi apakah ini menentukan soal penyebab kematian, saya kira penyebab kematiannya tidak di situ," ucap dia.

Dalam kontes hukum pidana, dia menerangkan, penyebab kematian korban bisa terjawab berdasarkan hasil autopsi yang mendalam. Namun, dengan ditemukan ponsel dapat membantu mengungkap kasus ini secara terang benderang.

"Tapi dengan rekam jejak digital yang lain termasuk dari laptop itu dan beberapa benda digital yang lainnya, saya kira sudah cukup terang gitu ya. Tinggal penyebab kematiannya saja dengan autopsi," ucap Anam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, ponsel milik Arya Daru hingga kini belum ditemukan. Dia tak mengungkap alasan pencarian ponsel ini membutuhkan waktu cukup lama.

"Belum ditemukan," kata dia di Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Meski ponsel tak kunjung ditemukan, Ade Ary mengklaim tak ada hambatan dalam mengungkap kasus kematian misterius Arya Daru.

"Kami tidak menemui hambatan dalam proses ini," tegasnya.

Infografis Daftar Penyedia Layanan Konsultasi Korban Kekerasan Seksual. (Trisyani/Liputan6.com)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya