Liputan6.com, Jakarta D’Academy 7 Top 30 menyuguhkan kejutan segar yang dibalut dalam komedi. Soimah dan Jirayut tampil dalam sketsa “nyuci baju” yang awalnya tampak seperti hiburan ringan belaka.
Dalam unggahan di kanal YouTube Indosiar, Kamis (24/7/2025), hal ini diawali dengan Soimah yang mengeluhkan baju yang tetap kotor meski sudah dicuci dengan detergen mahal. Momen ini, terjadi di sela pengumuman lolos atau tidaknya Andi Syaqirah Jainal, peserta muda berbakat asal Sidrap, Sulawesi Selatan.
Advertisement
Jirayut menanggapi dengan gaya kocaknya, mempertanyakan apakah Soimah memakai produk yang tepat. Percakapan mereka mengalir lucu dan ekspresif, membuat penonton larut dalam candaan khas keduanya.
"Nodanya parah banget, enggak bisa hilang," kata Soimah dengan nada geregetan. "Coba lihat," Jirayut menyahut.
Namun, situasi berubah ketika baju yang mereka pegang mulai digosok. Noda yang semula dianggap membandel justru mulai menghilang, memperlihatkan sebuah tulisan besar yang mencengangkan semua orang di studio: “LOLOS.”
Bikin Kaget Satu Studio
Seketika, suasana berubah heboh. Ternyata, ini adalah cara tim kreatif untuk mengumumkan kelolosan Andi Syaqirah. Ia rupanya sedang tak fokus, tengah berbincang sang mentor, dan begitu terkejut melihat hasil pengumuman ini.
Tak cuma Syaqirah, para host pun rupanya kaget dengan kejadian ini. Mereka mengira ini adalah momen promosi salah satu produk sponsor.
"Ini kita beneran enggak tahu. Kita mikir, ini mau nyuci tapi kok enggak ada produknya," kata para host bersahutan.
Studio pun meledak dengan tepuk tangan dan sorakan. Momen ini dianggap sebagai salah satu pengumuman paling kreatif sepanjang musim D’Academy. Para juri tertawa tak percaya, sementara Syaqirah tampil dengan penuh senyum. Ia langsung mendapatkan pelukan selamat dari juri.
Pendukung dari Sidrap Bawa Oleh-Oleh Spesial
Kemeriahan tak berhenti di situ. Para pendukung Andi Syaqirah Jainal yang hadir langsung dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ikut menambah kehangatan suasana. Mereka datang membawa semangat dan juga oleh-oleh khas daerah untuk juri dan host di panggung. Kehadiran mereka bukan hanya memberi dukungan moral, tapi juga menghadirkan unsur budaya lokal.