Kondisi Pasar Lesu, Produsen Otomotif Isuzu Yakin Ada Ruang Penjualan Tumbuh

Kondisi pertumbuhan ekonomi berdampak lesunya penjualan mobil karena daya beli masyarakat makin lemah dan pertumbuhan ekonomi belum membaik.

oleh NurmayantiDiperbarui 23 Juli 2025, 17:27 WIB
Pembukaan Both Isuzu Giias 2025 : (Dari kiri - kanan) Business Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Atsunori Murata, President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Masayasu Hideshima, Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anton Rusli berfoto bersama didepan mobil Traga disela pembukaan both Isuzu di pameran Giias 2025, Rabu ( 23/07/2025).

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi menjadi di kisaran 4,7 persen hingga 5 persen pada tahun ini dari sebelumnya 5,2 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 sebesar 4,87% secara tahunan (yoy). Angka itu menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan triwulan I 2024 yang tumbuh 5,11%.

Kondisi pertumbuhan ekonomi berdampak  lesunya penjualan mobil karena daya beli masyarakat makin lemah dan pertumbuhan ekonomi belum membaik.

Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang semester 1 2025 (Januari hingga Juni), penjualan ritel otomotif nasional sebanyak 390.467 unit, turun 9,7 persen dari periode yang sama tahun 2024 sebesar 432.453 unit.

Meskipun demikian, produsen otomotif PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tetap yakin ada ruang untuk tumbuh meskipun kondisi perekonomian nasional dan pasar otomotif masih lesu.

Perusahaan optimistis bisa terus memberi kontribusi positif bagi industri otomotif nasional dari ekspor Traga ke berbagai negara.

Market otomotif turun, sehingga market share tertekan. Di kuartal pertama kondisinya berat, tapi dua bulan ini sudah terlihat tren positif untuk penjualan Isuzu. Market share Isuzu (di segmen kendaraan komersial) sudah 29 persen.

“Kami yakin dengan tren positif ini bisa mencapai 30 persen di akhir tahun, sama seperti tahun lalu,” tutur Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga di booth Isuzu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (23/5/2025).

Lesunya pasar otomotif nasional terlihat dari kinerja sektor manufaktur lewat indeks Manajer Pembelian Manufaktur (Purchasing Managers' Index/PMI) yang merosot.

PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global turun menjadi 46,9 pada Juni 2025 dari 47,4 pada bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan, aktivitas sektor manufaktur Indonesia masih mengalami kontraksi.

PMI Manufaktur Indonesia masih berada di bawah ambang batas 50 yang menandakan kontraksi, sementara angka di atas 50 menandakan ekspansi. “Ini penurunan tertajam sejak Agustus 2021,” demikian catatan Trading Economics.

 

Masih Menjanjikan

Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Optimisme Isuzu terlihat dari penerimaan pelaku bisnis transportasi logistik, pergudangan, dan distribusi ritel terhadap kendaraan Isuzu. Apalagi, kinerja di sektor ini masih menjanjikan.

Berdasarkan data Supply Chain Indonesia (SCI), subsektor transportasi dan pergudangan nasional diperkirakan akan tumbuh 12,53% pada tahun 2025. Angka ini melonjak dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 9,52%. “Isuzu jagonya on the road. Makanya menjadi kendaraan pilihan di distribusi ritel,” tambah Rian.

Produk unggulan Isuzu Traga masih menjadi tulang punggung penjualan. Saat ini, market share Traga sudah mencapai 45,3 persen. Di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, market share Traga sudah menembus 70 persen dan menjadi trend setter.

“Kami juga masih melihat peluang di pasar ekspor dengan menjajaki negara-negara tujuan baru untuk Traga. Apalagi, TKDN Traga sudah 48,15 persen. Kita mengekspor produk yang punya TKDN tinggi, ini tentu memajukan industri otomotif nasional,” tutur dia.

Ekspor ke Negara Lain

Berdasarkan catatan, Isuzu mulai mengekspor Traga ke Filipina pada Desember 2019 sebanyak 6.000 unit. Tahun 2024 lalu, Isuzu mengekspor 8.070 unit Traga ke 16 negara, antara lain Filipina, Panama, Guatemala, Elsavador, Laos, Myanmar, Nikaragua, Jamaika, dan Paraguay.

Rian menjelaskan, khusus di GIIAS 2025, pihaknya menghadirkan Isuzu Traga 50th Special Edition. Traga edisi spesial ini hanya dijual 50 unit sebagai peringatan istimewa 50 tahun Isuzu di Indonesia. Ada spesifikasi khusus untuk Traga edisi spesial itu, seperti adanya teknologi digital canggih Isuzu Link.

“Animonya tinggi, banyak yang ingin mendapatkan Traga edisi spesial ini. Tetapi, pembeliannya hanya bisa dilakukan lewat undian secara online di GIIAS 2025,” kata Rian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya