Format Baru Bikin Geger, 5 Fakta Menarik usai Penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub 2025

Piala Dunia Antarklub 2025 hadir dengan format revolusioner 32 tim, diselenggarakan setiap empat tahun sekali di Amerika Serikat. Siapkah klub-klub non-Eropa bersaing di panggung global?

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 23 Juli 2025, 16:00 WIB
Selebrasi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di final Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (14/7/2025). (AP Photo/Frank Franklin II)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak pertama kali digelar pada tahun 2000, Piala Dunia Antarklub telah mengalami berbagai evolusi, baik dari segi format, jumlah peserta, hingga lokasi penyelenggaraan. Kini, ajang kompetisi sepak bola klub internasional itu kembali mengalami transformasi besar pada tahun 2025.

Turnamen ini sebelumnya mempertemukan juara dari berbagai konfederasi sepak bola di seluruh dunia, menjadi panggung bagi klub-klub terbaik untuk menguji kualitas mereka di tingkat global.

Namun, perwakilan dari tiap kontinental kini bertambah. Perubahan signifikan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai komersial dan daya saing turnamen, membuka kesempatan lebih besar bagi klub-klub di luar Eropa untuk tampil.

Edisi perdana dengan format baru ini diselenggarakan di Amerika Serikat, menjanjikan tontonan yang lebih meriah dan kompetitif. Salah satunyanya adalah laga puncak yang menghadirkan kemenangan Chelsea atas Paris Saint-Germain.

Simak berbagai fakta menarik mengenai Piala Dunia Antarklub di bawah ini:


Sejarah dan Perjalanan Kompetisi Global

Kiper Real Madrid, Casillas berusaha menangkap bola selama sesi pelatihan sebelum menghadapi Corinthians di Kejuaraan Klub Dunia di Sao Paulo, Brasil pada 6 Januari 2000. (AFP/Omar Torres)

Piala Dunia Antarklub FIFA pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 di Brasil. Edisi perdana ini diikuti oleh delapan tim, termasuk Manchester United sebagai juara Eropa dan Corinthians sebagai tim tuan rumah.

Namun, turnamen tersebut dianggap gagal secara komersial maupun teknis, ditandai dengan minimnya penonton di stadion dan kurangnya antusiasme. Akibatnya, turnamen ini tidak dilanjutkan pada tahun 2001 seperti rencana awal, dengan edisi kedua seharusnya digelar di Spanyol dan diikuti 12 klub peserta.

Pembatalan ini disebabkan oleh kebangkrutan mitra pemasaran FIFA, International Sport and Leisure (ISL). FIFA kemudian menghidupkan kembali turnamen ini pada tahun 2005 di Jepang dengan format baru yang lebih ramping, hanya melibatkan enam juara konfederasi. Sejak saat itu, Piala Dunia Antarklub terus digelar setiap tahun hingga edisi 2023.


Dominasi Tak Terbantahkan Klub Eropa

Pemain Manchester City, Kyle Walker mengangkat trofi setelah timnya berhasil menjuarai Piala Dunia Antarklub 2023 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (23/12/2023) dini hari WIB. Manchester City menang dengan skor 4-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

Sejak format baru diperkenalkan pada tahun 2005, klub-klub Eropa telah mendominasi turnamen ini. Real Madrid menjadi tim tersukses dengan lima gelar juara, diikuti oleh Barcelona dengan tiga gelar.

Klub-klub Eropa biasanya langsung masuk ke babak semifinal karena status mereka sebagai juara Liga Champions UEFA. Mereka seringkali melaju ke final dengan mudah, berkat kualitas skuad, dukungan finansial yang besar, serta pengalaman bermain di kompetisi elit.

Lanjut Baca:

Sejak tahun 2012 hingga 2025, hanya klub Eropa yang berhasil keluar sebagai juara. Fakta ini menunjukkan kesenjangan kekuatan antar-benua yang signifikan dalam sepak bola klub.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya