3 Fakta Terkait Peringatan Hari Anak Nasional yang Diperingati Setiap Tahunnya pada 23 Juli

Setiap tahunnya pada 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Pada 2025 ini, tema besar Hari Anak Nasional (HAN) yang diusung adalah "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045".

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 23 Juli 2025, 12:35 WIB
Makna dari tema Hari Anak Nasional 2025 (Foto: Tangkapan Layar Pedoman Peringatan HAN 2025 KemenPPPA)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahunnya pada 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Pada 2025 ini, tema besar Hari Anak Nasional (HAN) yang diusung adalah "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045".

Peringatan Hari Anak Nasional 2025 akan diselenggarakan dengan semangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) menyebut, HAN akan diselenggarakan di seluruh daerah Indonesia, bukan hanya berpusat di satu kota saja. Tujuannya adalah agar setiap anak dapat merasakan kehadiran negara, di mana pun mereka tinggal.

Menurut Sekretaris KemenPPPA Titi Eko Rahayu, perayaan Hari Anak Nasional 2025 ini bertujuan untuk membuat anak-anak di Indonesia merasakan semangat yang terpancar dari HAN.

"KemenPPPA tahun ini mengusung konsep perayaan Hari Anak Nasional yang lebih merata. Tujuannya agar anak-anak dari Sabang sampai Merauke bisa ikut merasakan semangat Hari Anak Nasional di lingkungan tempat mereka tinggal," ujar Titi saat membuka Forum Tematik Bakohumas, dikutip dari situs KemenPPPA pada Selasa, 22 Juli 2025.

"Anak-anak harus merasakan kehadiran negara, bukan hanya di pusat, tetapi juga di tempat mereka tinggal dan tumbuh," tambahnya.

Titi menjelaskan, pada model perayaan sebelumnya yang terpusat memang memiliki nilai simbolis tapi menurut KemenPPPA, hal itu membatasi keterlibatan langsung dan berdampaknyata bagi anak-anak.

"Dengan mengusung konsep desentraliasi diharapkan perayaan Hari Anak Nasional dapat membawa warna dan nuansa baru yang lebih berdampak nyata masuk kekehidupan sehari-hari tanpa mengurangi konteks budaya lokal bagi anak-anak," terang dia.

Berikut sederet fakta terkait peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang diperingati pada hari ini, Rabu (23/7/2025) dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Alasan Hari Anak Nasional Penting untuk Dirayakan Setiap Tahun

Makna dari tema Hari Anak Nasional 2025 (Foto: Tangkapan Layar Pedoman Peringatan HAN 2025 KemenPPPA)

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia merayakan Hari Anak Nasional (HAN). Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) Titi Eko Rahayu mengatakan, perayaan Hari Anak Nasional 2025 ini bertujuan untuk membuat anak-anak di Indonesia merasakan semangat yang terpancar dari HAN.

"KemenPPPA tahun ini mengusung konsep perayaan Hari Anak Nasional yang lebih merata. Tujuannya agar anak-anak dari Sabang sampai Merauke bisa ikut merasakan semangat Hari Anak Nasional di lingkungan tempat mereka tinggal," ujar Titi saat membuka Forum Tematik Bakohumas, dikutip dari situs KemenPPPA pada Selasa, 22 Juli 2025.

"Anak-anak harus merasakan kehadiran negara, bukan hanya di pusat, tetapi juga di tempat mereka tinggal dan tumbuh," tambahnya.

Sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas seorang anak perlu untuk diperhatikan. Perayaan Hari Anak Nasional penting untuk dijadikan momen bagi negara untuk memberikan perhatiannya kepada anak-anak bangsa.

"Ini dapat dilakukan dengan mengangkat isu-isu yang masih menjadi masalah bagi anak," ucap Titi.

Seperti pada Hari Anak Nasional 2025, narasi kunci seperti Anak Cerdas Digital, Pendidikan Inklusif, dan Stop Perkawinan Anak masih menjadi isu relevan hingga kini.

 

2. Tak Lagi Terpusat, Hari Anak Nasional 2025 Dirayakan Serentak di Seluruh Indonesia

Anak-anak berebut susu saat peringatan Hari Anak Nasinonal di Taman Prestasi, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Peringati Hari Anak Nasional SGM Eksplor hadirkan "Taman Prestasi Sahabat Generasi Maju" untuk mendukung asah potensi prestasi si Kecil Jadi anak Generasi Maju. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perayaan Hari Anak Nasional 2025 yang jatuh tepat pada 23 Juli dirayakan serentak di seluruh wilayah Indonesia hingga tingkat desa. Hal ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di satu kota.

Konsep perayaan Hari Anak Nasional yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia ini merupakan upaya agar terjadi pemerataan.

Sehingga anak-anak dari Sabang hingga Merauke merasakan semangat Hari Anak Nasional di wilayahnya seperti disampaikan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Titi Eko Rayahu.

"Anak-anak harus merasakan kehadiran negara, bukan hanya di pusat, tetapi juga di tempat mereka tinggal dan tumbuh," terang Titi.

Pada model perayaan sebelumnya yang terpusat memang memiliki nilai simbolis tapi menurut KemenPPPA hal itu membatasi keterlibatan langsung dan berdampaknyata bagi anak-anak.

Dengan mengusung konsep desentraliasi diharapkan perayaan Hari Anak Nasional dapat membawa warna dan nuansa baru yang lebih berdampak nyata masuk kekehidupan sehari-hari tanpa mengurangi konteks budaya lokal bagi anak-anak.

Harapannya bisa menumbuhkan rasa kepemilikan dan partisipasi yang lebih mendalam seperti tertulis dalam Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional 2025.

 

3. Makna Tema Hari Anak Nasional 2025

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo berinteraksi dengan anak-anak yang berada di tempat acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di lokasi Car Free Day (CFD), Jakarta, Minggu (20/07/2025). Wamen Angga terlihat membagi-bagikan susu kemasan kepada anak-anak yang mengikuti perayaan HAN tersebut. (Instagram)

Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) diselenggarakan setiap tahun dengan mengusung berbagai tema. Pada 2025 ini, HAN mengangkat tema besar “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” disertai dengan tagline Anak Indonesia Bersaudara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan tema dan sub-sub tema diharapkan semakin memperkuat komitmen kita bersama untuk terus memberikan perlindungan dan memastikan pemenuhan hak anak-anak Indonesia.

Hal ini jadi penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat seperti tertulis dalam Pedoman HAN 2025.

Mengenai tema yang diangkat pada HAN 2025, Arifah mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anak Indonesia mencapai 79,4 juta jiwa atau 28,82% dari total penduduk. Jumlah ini memegang peranan strategis sebagai generasi emas tahun 2045.

"Mereka adalah calon pemimpin bangsa ke depan yang diharapkan menjadi generasi unggul dalam aspek akademis serta memiliki kepribadian yang kuat, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya," kata Arifah.

Wanita kelahiran Madura ini juga mendorong upaya semua pihak untuk terus bersinergi dalam melakukan upaya-upaya yang berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak. Caranya dengan memenuhi hak dan perlindungan khusus anak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Arifah juga mengingatkan perayaan Hari Anak Nasional 2025 diperingati lewat kegiatan positif, kreatif, bermakna dan partisipatif yakni dari anak dan untuk anak.

Inspirasi untuk kreasi kegiatan-kegiatan tersebutberasal dari pandangan anak ataupun hasil evaluasi berkala yang menjawab kebutuhan spesifik anak maupun perlindungan khusus yang diperlukan.

"Sebagai ilustrasi, saat ini perkembangan teknologi digital dan sistem elektronik yang pesat tidak dipungkiri menghasilkan sejumlah konsekuensi yang tidak terduga dan tidak disengaja, secara positifmaupun negatif. Beragam aspek dalam kehidupan terdampak dan mengalami perubahan,termasuk bagi anak-anak dan remaja," katanya.

Arifah juga mengatakann konsep Peringatan HAN ke-41 Tahun 2025 sangat berbeda dengan konsep tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya pelaksanaan puncak Hari Anak Nasional terpusat di satu kota tapi tahun ini perayaan yang tersebar di seluruh daerah-daerah sampai dengan tingkat desa.

"Pendekatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan perayaan bagi anak-anak diseluruh wilayah Indonesia," kata Arifah.

Menurutnya, model perayaan HAN yang terpusat memang memiliki nilai simbolis yang penting tapi mungkin membatasi keterlibatan langsung dan berdampak nyata bagi anak-anak.

Dengan mengusung konsep desentraliasi diharapkan perayaan Hari Anak Nasionaldapat membawa warna dan nuansa baru yang lebih berdampak nyata masuk kekehidupan sehari-hari tanpa mengurangi konteks budaya lokal bagi anak-anak,sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan partisipasi yang lebih mendalam.

Ini mengubah acara dari sebuah tontonan yang bersifat top-down menjadi gerakan yang tumbuh dari akar rumput.

Infografis Anak Muda Sayangi Lansia, Ayo Temani Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya