Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford semakin dekat untuk meninggalkan Manchester United dan memulai babak baru dalam kariernya di Barcelona. Namun, jika ingin kembali ke performa terbaiknya di bawah asuhan Hansi Flick, Rashford harus siap menghadapi sederet aturan disiplin yang ketat.
Dilansir dari AS, Barcelona telah menyepakati peminjaman Rashford dengan opsi pembelian permanen. Kehadiran winger Inggris itu diharapkan mampu menambah daya gedor tim yang musim lalu meraih treble domestik, La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Advertisement
Namun, kesuksesan tersebut tidak lepas dari metode kepelatihan Flick yang terkenal tegas dan penuh disiplin. Hal inilah yang nantinya wajib dipatuhi oleh Rashford.
Kebijakan Ketat Hansi Flick
Setiap pemain diwajibkan datang ke tempat latihan minimal 90 menit sebelum sesi dimulai, mengikuti sesi timbang badan harian, serta menyantap makanan sehat yang disiapkan langsung oleh ahli gizi klub, Silvia Tremoleda.
Flick juga mengembalikan ritual pemanasan pagi di hari pertandingan—yang sebelumnya sempat dihapus oleh Xavi karena ditentang para pemain. Seluruh skuad juga diwajibkan berkumpul di hotel tim sebelum laga sebagai bentuk kontrol penuh dari sang pelatih terhadap setiap detail persiapan.
Soal latihan, jangan harap Rashford bisa bersantai. Flick menerapkan sesi latihan berdurasi sekitar 90 menit yang dikenal intens dan melelahkan. Ia bahkan hanya memberikan satu hari libur dalam sepekan, serta menghapus sistem denda demi menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi dari para pemainnya.
Kekaguman Hansi Flick Terhadap Marcus Rashford
Menariknya, Flick memilih menjaga jarak profesional dengan para pemain. Hubungan antara pelatih dan pemain harus berdasar pada respek dan komitmen, bukan kedekatan pribadi.
Meski demikian, Flick diketahui sudah lama mengagumi kemampuan Rashford. Dalam wawancara pada Mei lalu, ia menyebut Rashford sebagai pemain 'fantastis' yang bisa menambah kualitas lini depan Blaugrana.
“Luis Díaz dan Marcus Rashford adalah pemain yang luar biasa. Saya menyukainya, dan kita lihat saja nanti,” ujar Flick saat itu.
Kini, tinggal Rashford yang harus membuktikan bahwa ia sanggup bangkit dan beradaptasi dengan filosofi ketat sang pelatih. Jika berhasil, Barcelona bisa menjadi panggung ideal bagi kebangkitannya.
Sumber: AS