Banjir Rendam Ibu Kota Filipina, Dua Orang Hilang dan Ribuan Lainnya Mengungsi

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 22 Juli 2025, 17:45 WIB
Banjir Rendam Ibu Kota Filipina, Dua Orang Hilang dan Ribuan Lainnya Mengungsi
Banjir yang dipicu hujan deras membuat kehidupan di ibu kota Filipina terhenti sejenak pada 22 Juli 2025. Puluhan ribu orang dievakuasi dari rumah mereka dan setidaknya dua orang masih dinyatakan hilang. Sekolah dan kantor pemerintah di Manila dan sekitarnya tutup sementara setelah hujan yang mengguyur semalaman membuat Sungai Marikina meluap pada Selasa (22/7/2025). Meski banjir mulai surut pada Selasa (22/7/2025) sore waktu setempat, ribuan orang masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing. Hujan deras yang menyebabkan banjir kali ini merupakan bagian dari hujan monsun yang terus berlangsung di berbagai wilayah Filipina sejak Badai Tropis Wipha menerjang sejak Jumat 18 Juli 2025 lalu.
Orang-orang menaiki rakit darurat melewati jalan yang tergenang banjir di sebuah desa di Cainta Town, sebelah timur Manila pada 22 Juli 2025, setelah hujan monsun. (Ted ALJIBE/AFP)
Banjir yang dipicu hujan deras membuat kehidupan di ibu kota Filipina terhenti sejenak pada 22 Juli 2025. (Ted ALJIBE/AFP)
Puluhan ribu orang dievakuasi dari rumah mereka dan setidaknya dua orang masih dinyatakan hilang. (Ted ALJIBE/AFP)
Sekolah dan kantor pemerintah di Manila dan sekitarnya tutup sementara setelah hujan yang mengguyur semalaman membuat Sungai Marikina meluap pada Selasa (22/7/2025). (Ted ALJIBE/AFP)
Meski banjir mulai surut pada Selasa (22/7/2025) sore waktu setempat, ribuan orang masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing. (Ted ALJIBE/AFP)
Hujan deras yang menyebabkan banjir kali ini merupakan bagian dari hujan monsun yang terus berlangsung di berbagai wilayah Filipina sejak Badai Tropis Wipha menerjang sejak Jumat 18 Juli 2025 lalu. (Ted ALJIBE/AFP)
Data dari Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Filipina menyebut sedikitnya tiga orang telah tewas dan tujuh lainnya hilang di wilayah tengah dan selatan negara tersebut. (Ted ALJIBE/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya