Liputan6.com, Jakarta Juventus bersiap menyambut musim baru dengan Igor Tudor sebagai nahkoda utama. Ini akan jadi musim penuh pertamanya di kursi pelatih, dan ekspektasi jelas tak main-main.
Penunjukannya datang di tengah masa sulit setelah klub melewati periode penuh gejolak di dalam dan luar lapangan. Meski bukan sosok yang awalnya dijagokan, manajemen Si Nyonya Tua memilih memberikan kepercayaan penuh pada Tudor.
Advertisement
Pertanyaannya sederhana, apa yang bisa kita harapkan darinya? Jawabannya tidak sesederhana itu, tapi ada beberapa petunjuk dari proses penunjukannya dan target klub musim ini.
Jalan Panjang Menuju Kursi Panas
Juventus sebenarnya mengincar nama-nama besar untuk menduduki kursi pelatih. Antonio Conte sempat santer dikaitkan dengan comeback, tapi ia justru bertahan di Napoli.
Gian Piero Gasperini juga sempat didekati, tetapi enggan menjadi 'opsi kedua' dan lebih memilih proyek baru bersama AS Roma. Setelah dua kandidat utama menolak, Juventus pun berbelok ke arah Tudor.
Ia bukan nama glamor, tapi klub melihatnya sebagai sosok kuat dan berkarakter. Dengan semua opsi top sudah tertutup, pilihan ini dianggap paling realistis dan berpotensi.
Targetnya: Piala dan Tiket Eropa
Tudor sempat memberi harapan di awal tugasnya lewat performa positif di Piala Dunia Antarklub. Namun, konsistensi masih jadi pekerjaan rumah besar menjelang musim baru.
Juventus tak hanya ingin bersaing di papan atas Serie A, tapi juga mendambakan trofi nyata. Coppa Italia dan tiket Liga Champions menjadi dua target utama yang ditekankan klub.
Sebagai pelatih yang tak membawa euforia besar saat diumumkan, Tudor paham betul waktunya untuk membuktikan diri tidak akan panjang. Ia harus menunjukkan hasil dalam waktu cepat.
Sumber: Juvefc.com