Man United Habiskan Rp2,8 Triliun untuk Mbeumo dan Cunha, Akankah Masalah Selesai?

Manchester United mendatangkan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, tapi ketajaman lini depan masih diragukan. Apakah Hojlund tetap jadi tumpuan?

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 22 Juli 2025, 06:30 WIB
Bryan Mbeumo ketika meneken kontrak sebagai pemain baru Manchester United mulai musim 2025/2026 (Dok. Official Manchester United)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United menjadikan lini depan sebagai fokus utama perbaikan musim panas ini. Musim lalu mereka hanya mencetak 44 gol di Premier League, yang merupakan jumlah terendah sejak musim 1973/1974. Rata-rata 1,15 gol per laga menegaskan krisis efektivitas di lini serang.

Untuk mengatasi masalah itu, United menghabiskan total £127,5 juta (sekitar Rp2,8 triliun) untuk mendatangkan dua pemain ofensif: Bryan Mbeumo dari Brentford dan Matheus Cunha dari Wolves. Mbeumo sendiri ditebus dengan mahar mencapai 65 juta pounds.

Namun, baik Mbeumo maupun Cunha bukanlah striker murni. Keduanya lebih cocok bermain di belakang penyerang utama, sehingga muncul pertanyaan baru: Apakah MU masih perlu mendatangkan striker nomor sembilan?


Hojlund Masih Dipertanyakan, Zirkzee Tak Meyakinkan

Rasmus Hojlund mencetak satu gol saat Manchester United meraih kemenangan 2-1 atas Brentford pada laga pekan ke-8 Premier League di Old Trafford, Minggu (19/10/2024) malam WIB. (AFP/Oli Scarff)

Chris Sutton, mantan penyerang Blackburn Rovers, menilai penyerangan MU memang perlu diperbaiki. Ia menyebut Mbeumo sebagai pemain yang bisa diandalkan dalam berbagai aspek: Kerja keras, energi, dan tentunya kontribusi gol.

"Mbeumo jelas tidak murah, tapi begitulah nilai pemain Premier League yang sudah terbukti. Mereka ingin mendatangkan pemain yang bukan pemain berkembang, tapi pemain yang telah membuktikan diri," ujar Sutton.

Namun, Sutton juga mempertanyakan apakah MU tetap membutuhkan striker murni. Rasmus Hojlund hanya mencetak empat gol liga musim lalu, sementara Joshua Zirkzee baru mencetak tiga. Hal ini memperkuat anggapan bahwa mereka belum cukup tajam di lini depan.

Sempat beredar kabar bahwa United ingin merekrut Liam Delap seharga 30 juta pounds, namun sang pemain akhirnya merapat ke Chelsea. Kini, setelah belanja besar-besaran, manajemen klub masih bimbang antara mendatangkan striker baru atau tetap percaya pada Hojlund.


Opsi Terbatas, Keuangan Jadi Pertimbangan

Matheus Cunha resmi menjadi pemain Manchester United (Dok. MUFC Official)

Salah satu kendala utama untuk merekrut striker baru adalah keterbatasan dana. Selain mengandalkan klausul penjualan Elanga dan Carreras, MU belum menghasilkan pendapatan signifikan dari bursa transfer.

Opsi seperti Ollie Watkins dari Aston Villa dinilai terlalu mahal, sementara pemain bebas transfer seperti Dominic Calvert-Lewin dan Jamie Vardy dianggap terlalu berisiko. Hojlund sendiri direkrut dengan biaya 72 juta pounds dari Atalanta tahun lalu, dan kontraknya masih berlaku hingga 2028.

Lanjut Baca:

Meskipun performanya belum meyakinkan, menjual Hojlund sekarang tak akan mengembalikan nilai investasi klub. Sutton menambahkan bahwa meski peluang yang diberikan padanya minim, Hojlund juga belum menunjukkan diri sebagai finisher ulung yang bisa diandalkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya