Bukan Sekadar Memasak, Gubernur Banten Edukasi Pengurangan Emisi Gunakan Kompor Induksi

Mengurangi emisi dari dapur, bisa dilakukan dengan menggunakan kompor induksi. Gubernur Banten, Andra Soni, bersama istrinya, Tinawati memasak menggunakan kompor modern tersebut.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 22 Juli 2025, 16:00 WIB
Gubernur dan Ketua PKK Banten, Masak Menggunakan Kompor Induksi. (Senin, 21/07/2025). (Pemprov Banten).

Liputan6.com, Serang - Mengurangi emisi dari dapur, bisa dilakukan dengan menggunakan kompor induksi. Gubernur Banten, Andra Soni, bersama istrinya, Tinawati memasak menggunakan kompor modern tersebut. Nantinya, organisasi kewanitaan di Provinsi Banten, bisa beralih menggunakan kompor induksi di rumah masing-masing.

"Saya merasakan sendiri, masak dengan kompor induksi jadi lebih cepat, lebih aman, dan efisien. Dapur tetap bersih dan nyaman. Ini pilihan cerdas untuk ibu-ibu dan keluarga di Banten. Energi bersih, hemat, dan ramah lingkungan," ujar Ketua PKK Banten, Tinawati Soni, Senin, (21/7/2025).

Dengan menggunakan kompor induksi merupakan salah satu langkah transisi energi yang bakal dilakukan bukan hanya di Banten, tetapi juga di seluruh Indonesia. Penggunaan kompor induksi juga di klaim lebih aman dan ramah lingkungan, karena tidak merusak alam.

Gubernur Banten, Andra Soni, juga akan mengajak seluruh ASN di bawah kewenangannya untuk beralih menggunakan kompor induksi. Di mana, salah satu program pemerintah yakni beralih ke tenaga listrik, baik kendaraan maupun kompornya. Selanjutnya, Andra Soni memastikan Pemprov Banten akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan PLN, dalam mewujudkan net zero emission tahun 2060.

"Kita harus mendorong ini bisa dimasifkan dan kita sama-sama mengkampanyekan. Agar tujuan kita untuk beralih kepada listrik, baik mobil listrik maupun alat-alat memasak atau kompor listrik. Kita juga akan melakukan sosialisasi kepada ASN-ASN yang ada di Provinsi Banten, dengan jumlah ASN yang besar otomatis dampaknya akan besar juga," ujar Andra Soni.

Pengurangan Emisi dari Dapur

Infografis Rencana Migrasi Kompor Gas LPG 3 Kg ke Kompor Listrik Induksi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Emak-emak yang kesehariannya tidak lepas dari dapur, bisa jadi garda terdepan dalam transisi energi. Kompor induksi jadi salah satu contoh kemajuan teknologi dan keberlangsungan energi maupun alam, bisa berjalan beriringan. Kompor induksi merupakan jenis kompo yang memanfaatkan teknologi elektromagnetik untuk menghasilkan panas tanpa api. Cara kerjanya, dengan menciptakan elektromagnetik di bawah permukaan kaca keramik untuk memanaskan dasar peralatan yang terbuat dari bahan ferromagnetik (seperti besi atau baja).

Keunggulannya, kompor induksi lebih efisien meminimalkan energi yang terbuang, kemudian permukaan kompor induksi cenderung tidak panas, kecuali area yang bersentuhan dengan peralatan memasak, sehingga mengurangi kebakaran dan ramah anak. Selain itu, masakan jadi lebih cepat matang.

"Kami percaya perempuan adalah agen perubahan. Dari dapur, kita bisa mulai membiasakan energi bersih dan gaya hidup hemat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi lebih banyak ibu di Banten untuk ikut beralih ke electrifying lifestyle, bukan hanya demi kenyamanan, tapi juga untuk masa depan yang lebih sehat dan lestari," ujar Ketua Srikandi PLN UID Banten, Anis Lathifa Widya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya