Sejarah Berat: Timnas Indonesia U‑23 Belum Pernah Kalahkan Malaysia di Piala AFF U-23, Bisa Putar Arah?

Indonesia U‑23 belum pernah menang atas Malaysia di Piala AFF sejak 2009, apakah tren ini bisa berubah di laga penentu Grup A?

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 21 Juli 2025, 10:24 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, saat mendampingi timnya melawan Timnas Filipina U-23 pada lanjutan Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (18/7/2025). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia U‑23 kembali dihadapkan pada tantangan berat saat melawan Malaysia U-23 di laga penentu Grup A Piala AFF U‑23 2025. Sejak pertemuan pertama pada 2009, Garuda Muda belum pernah meraih kemenangan dari Harimau Muda di waktu normal permainan, sebuah statistik yang menghantui mental para pemain.

Walaupun Indonesia tampil impresif di dua laga awal, mencetak sembilan gol tanpa kebobolan melawan Brunei dan Filipina, rekor historis tetap jadi beban moral. Pelatih Gerald Vanenburg pun menegaskan fokus utama adalah menghentikan kutukan itu.

Sekarang, keputusan ada di tangan skuat muda. Bisakah mereka mematahkan sejarah dan melaju ke semifinal dengan kemenangan perdana?


Rekam Jejak yang Belum Mendukung

Hingga pertandingan usai, tidak ada lagi gol tambahan baik untuk Timnas Indonesia U-23 maupun Brunei Darussalam. Kemenangan atas Brunei Darussalam menempatkan Timnas Indonesia U-23 berada puncak klasemen Grup A ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sejak pertemuan resmi pertama pada 2009, Timnas Indonesia U‑23 belum pernah menang atas Malaysia U-23 di Piala AFF U‑23. Dalam enam pertemuan resmi, Garuda Muda mengalami tiga kekalahan dan tiga hasil imbang.

Pertemuan terakhir terjadi pada Piala AFF U‑23 2023, ketika Malaysia menang 2‑1. Kekalahan terburuk dialami pada Kualifikasi Piala Asia U‑23 2017, dengan skor 0‑3 di GBK. Statistik ini jelas menegaskan dominasi Malaysia dalam duel di level U‑23.

Meskipun Indonesia sempat menang di SEA Games 2021 melalui babak adu penalti, kemenangan itu tidak dihitung sebagai kemenangan resmi dalam head-to-head karena waktu normal berakhir imbang.

 
 

Persiapan dan Mental Vanenburg

Pemain Timnas Indonesia U-23, Jens Raven (kiri) melakukan selebrasi bersama Robi Darwis setelah mencetak gol ke Brunei dalam laga Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (15/07/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gerald Vanenburg menegaskan bahwa timnya sudah matang secara mental dan teknis. Setelah dua kemenangan meyakinkan lawan Brunei dan Filipina, mentalitas tim semakin kuat.

Pelatih asal Belanda itu menyebut: “Saya kira lawan juga berpikir yang sama karena ketika kita berpikir bisa kalah, maka kita akan kalah”. Vanenburg menegaskan kepercayaan diri menjadi kunci untuk membalik tren negatif.

Vanenburg juga meminta para pemain untuk menghormati rival abadinya, Malaysia, tapi tetap tampil agresif sesuai gaya permainan Indonesia.


Ancaman Malaysia yang Tidak Boleh Diremehkan

Fergus Tierney (kanan) mencetak gol untuk Timnas Malaysia U-23 dalam laga uji coba melawan klub lokal Negeri Jiran, Selasa (8/7/2025) jelang berlaga di Piala AFF U-23 2025. (Dok. FA Malaysia).

Meski sejarah berpihak ke Malaysia, momentum mereka tidak begitu bagus di turnamen ini. Setelah kalah dari Filipina 0‑2 di laga awal, Harimau Muda bangkit dengan kemenangan 7‑1 atas Brunei, menunjukkan ancaman besar.

Pertandingan nanti diprediksi bakal alot, Malaysia sedang panas dan siap menerkam, Indonesia tidak boleh lengah. Malaysia datang dengan semangat tinggi dan persiapan matang.

Lanjut Baca:

Karena itu, skema dan disiplin pertahanan Indonesia akan diuji habis-habisan, baik secara taktik maupun mental.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya